• Selasa, 5 Juli 2022

Teliti Agama Orang Jalawastu, Sekretaris MUI Raih Doktor

- Jumat, 24 Juni 2022 | 09:11 WIB
Sekretaris MUI Kabupaten Brebes Dr KH Akrom Jangka Daosat MAg foto bersama dengan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Prof Dr Abdul Ghofur dan para tim penguji usai ujian terbuka di Ruang Promosi Doktor Lantai 3 Kampus 1 UIN Walisongo, Jrakah, Tugu, Semarang, Rabu (22/6).
Sekretaris MUI Kabupaten Brebes Dr KH Akrom Jangka Daosat MAg foto bersama dengan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Prof Dr Abdul Ghofur dan para tim penguji usai ujian terbuka di Ruang Promosi Doktor Lantai 3 Kampus 1 UIN Walisongo, Jrakah, Tugu, Semarang, Rabu (22/6).

SMOL.IDSekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes KH Akrom Jangka Daosat meraih gelar doktor Ke-238 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Rabu (22/6).

Pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes itu berhasil mempertahankan karya disertasi berjudul ‘’Agama Orang Jalawastu, Pergumulan Pencarian Makna dalam Ritual Ngasa’’.

Sidang terbuka promosi doktor berlangsung di ruang Promosi Doktor Lantai 3 Kampus 1 UIN Walisongo, Jrakah, Tugu, Semarang.

Baca Juga: Prodi Manajemen Dakwah UIN Walisongo Kerja Sama dengan LSP Pramindo

Ujian terbuka dipimpin Direktur Pascasarjana Prof Dr Abdul Ghofur, Sekretarus Dr H Muhyar Fanani MAg, Promotor Prof Dr H Mudjahirin Thohir MA dan Co-Promotor Dr H Agus Nurhadi MA. Para penguji terdiri Prof H Masdar Hilmy SAg., MA PhD (UIN Sunan Ampel), Prof Dr H Abdul Djamil MA, Prof Dr HM Mukhsin Jamil MAg dan Dr Zainul Adzfar MAg.

Hadir dalam sidang terbuka ayah kandung Akrom, KH Ibu Athoillah Al-Hafidz, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes Fajarin, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Abdul Wahab, keluarga besar dan teman sejawatnya di pascasarjana UIN Walisongo.

Doktor baru foto bersama kedua orang tua, istri dan dua anaknya.

Ritual Ngasa
Akrom dalam disertasinya mengatakan, karya ilmiah itu membahas tentang corak keberagamaan orang-orang Dukuh Jalawastu Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.

‘’Corak keagamaan orang Dukuh Jalawastu yakni relasi agama budaya terkait dengan pelaksanaan tradisi ritual Ngasa disinyalir tidak sesuai atau bertentangan dengan keyakinan Islam. Ritual Ngasa sebagai wujud ekspresi rasa syukur kepada Batara Windu Buana sebagai pencipta alam semesta yang telah memberi banyak rezeki melimpah. Batara Windu Buana punya utusan bernama Guriang Panutus sebagai panutan hidup sederhana. Meski mereka kini muslim orang Jalawastu tetap nyaman menjalankan ritual Ngasa berdasarkan kepercayaan pada Batara Windu Buana,’’ katanya.

Pendekatan etnografi Ideasional dan teori kebudayaan dalam arti sistem-sistem simbol yang bermakna digunakan untuk memetakan orang Jalawastu secara makna ritual dibalik simbol berdasar pada perspektif emik.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X