• Sabtu, 10 Desember 2022

Invasi Rusia ke Ukraina Berdampak Serius Pada Energi di Eropa

- Selasa, 27 September 2022 | 14:59 WIB
Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E. Rut Krüger Giverin Beri Kuliah saat memberi kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. (Foto: Smol.id/dok)
Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E. Rut Krüger Giverin Beri Kuliah saat memberi kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. (Foto: Smol.id/dok)

SMOL.ID - Invasi Rusia ke Ukraina merupakan krisis kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Akibatnya berdampak serius terhadap situasi energi di Eropa. Perang itu dirasakan hampir semua negara di belahan dunia termasuk Indonesia.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E. Rut Krüger Giverin Beri Kuliah saat memberi kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa, 27 September 2022.

Kebetulan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia tersebut, melakukan kunjungan selama tiga hari di Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia juga ketemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X terus memberi kuliah umum di UGM.

''Sebelum saya melanjutkan, rasanya penting untuk memiliki beberapa konteks mengenai peran Norwegia di pasar energi Eropa,'' katanya dihadapan mahasiswa UGM yang ikut mendengarkan kuliah umum.

Norwegia, lanjut dia, adalah produsen minyak dan gas terbesar di Eropa Barat. (Grafik PPT menunjukkan bagian Norwegia dari impor minyak dan gas Eropa).

''Sebelum perang, kami menyumbang hampir seperempat dari impor gas Eropa dan sekitar seper sepuluh dari impor minyak mentahnya,'' ujarnya.

Dalam situasi di mana Eropa ingin menjadi independen dari impor energi dari Rusia, Norwegia akan tetap menjadi pemasok minyak dan gas yang stabil dan dapat diprediksi ke Eropa.

Sementara dalam hal produksi listrik, produksi energi domestik Norwegia adalah 98% terbarukan, yang sebagian besar adalah tenaga air. Namun, ini tidak berarti bahwa kita terisolasi dari rekor harga listrik yang tinggi di Eropa.

''Norwegia adalah bagian dari pasar listrik terintegrasi di Eropa Utara, dengan kabel yang menghubungkan kami ke Inggris, Nordik, dan Jerman Utara,'' ujarya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X