• Selasa, 25 Januari 2022

Bejat, Dukun Eyang Anom Ternyata Jadikan Dua Anak Tiri Budak Seksnya

- Sabtu, 22 Februari 2020 | 19:07 WIB
dukun eyang anom bejat
dukun eyang anom bejat

SMOL.ID - BANDUNG BARAT - S alias Eyang Anom (50), dukun kampung di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ternyata tak hanya mencabuli dan memperkosa satu anak tirinya, T (18), selama bertahun-tahun. Selain T, kakaknya yakni M (20), juga menjadi korban kebejatan sang dukun durjana. Parahnya lagi, M yang kini sudah hidup bersama suaminya di sebuah pesantren, memiliki anak berusia 4,5 tahun hasil perbuatan Eyang Anom, lima tahun silam. Fakta tersebut diungkapkan langsung oleh ibu kandung T dan M, yakni SK (42). Sambil menangis tersedu-sedu dan emosi yang membuncah, SK menceritakan bagaimana pria yang dinikahinya 13 tahun silam itu berubah perilakunya menjadi bejat. "Betul kang, bukan hanya T saja yang jadi korbannya, tapi anak saya M juga. Bahkan dia sampai punya anak. Alhamdulillah sekarang sudah nikah dengan laki-laki yang baik," kata SK saat ditemui di rumah kerabatnya, Sabtu (22/2/2020). Awal kecurigaannya pada perilaku menyimpang sang suami ketika ia sering minta dipijat oleh kedua anaknya, baik T maupun M. Namun karena M lebih dahulu tumbuh menjadi remaja, maka M lah yang dijadikan sasaran pertamanya. "Sama anak saya itu juga sejak SD sudah dipegang-pegang, tapi engga berani bilang sama saya karena diancam. Terus saat SMP katanya mulai disetubuhi. Anak saya M ini sifatnya pendiam dan tertutup, jadi kita keluarga juga enggak nyangka dia diperkosa sampai hamil dan melahirkan," tuturnya. Untuk menutupi kehamilan M, Eyang Anom kemudian mengada-ada kehamilan anak tirinya itu dilakukan oleh pacar anaknya. Padahal, SK tahu jika anaknya yang pendiam dan jarang bergaul itu tak punya kekasih. "Jangankan pacar, dia itu engga berani dekat sama laki-laki. Dulu dia itu rajin ngajar ngaji di madrasah. Akhirnya dia menjodohkan anak saya dengan anak sahabatnya di Soreang. Mereka nikah, tapi kemudian disuruh cerai lima hari kemudian. Mungkin biar warga enggak curiga kalau M hamil sama dia," jelasnya. Saat itu M tengah mengandung usia 6 bulan. Beberapa bulan kemudian, M melahirkan. Betapa kagetnya Siti melihat wajah sang cucu justru mirip kakeknya, yang tak lain merupakan suaminya, Dukun Eyang Anom. "Saya desak dia ngaku, tapi dia enggak ngaku malah dia nantang tes DNA. Mungkin itu juga cuma gertakan, soalnya dia malah menganiaya saya, T, dan M. Dia juga dukun, jadi sedikitnya ada cara-cara mistis yang digunakan biar saya sekeluarga tunduk," bebernya. Kedok Eyang Anom mulai terungkap pada Jumat, 14 Februari lalu. Saat itu Siti diminta pergi ke warung oleh pelaku dan meminta anak keduanya, T untuk memijatnya. Saat berada di warung, ia menerima telepon dari seseorang yang ingin berbicara dengan dukun cabul tersebut. "Saya ke rumah, ternyata pintu kamar yang suka dipakai tempat dukun itu kok dikunci. Saya gedor-gedor, dia (pelaku) malah ngomong kasar ke saya. Setelah itu pintunya dibuka sama anak saya, mereka posisinya masih pakai baju," terangnya. Merasa ada yang aneh, Siti meminta T agar jujur apa yang sudah dilakukan Eyang Anom. Kecurigannya terbukti. Ternyata dua anaknya menjadi budak nafsu suami bejatnya sejak masih duduk dibangku sekolah dasar. "Ya akhirnya saya lapor RW dan warga lain. Akhirnya saya diarahkan laporan ke polisi, tapi karena nunggu hasil visum lama, saya kepalang emosi, saya minta warga menangkap pelaku. Alhamdulillah berhasil ditangkap dan dia mengaku," jelasnya. Saat ini Siti menerima dan ikhlas apa yang terjadi pada T dan M. Ia berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. "Sambil nunggu sidang, katanya dua bulan lagi, saya mau pulang dulu ke Tasikmalaya. Mau menenangkan diri di sana, karena keluarga besar ada di sana," tandasnya. (dtc/smol - aa)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

Metaverse, Teknologi Baru di Masa Depan

Selasa, 25 Januari 2022 | 14:47 WIB
X