Persiapan Selesai, ICMI Karanganyar Desak Penyelenggaraan Sekolah Tatap Muka

- Rabu, 31 Maret 2021 | 18:33 WIB
IMG-20210331-WA0021
IMG-20210331-WA0021

SMOL.ID - KARANGANYAR – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Karanganyar mendesak Bupati Juliyatmono agar pendidikan sekolah tatap muka diselenggarakan untuk semua siswa, baik SD, SMP, SMA dan SMK. ‘’Kami menyadari ini baru uji coba. Kalau belum semua siswa ikut, masih bisa dimaklumi. Namun jika persiapan untuk itu sudah dilakukan, semua guru sudah menerima vaksin, maka tatap muka seperti sekolah dahulu sebelum pandemi mutlak harus dilaksanakan,’’ kata DR Kadi Karno MSi, Ketua ICMI Karanganyar saat membeberkan kesimpulan usai webinar kepada wartawan, Rabu (31/3). ICMI melaksanakan webinar persiapan pendidikan tatap muka, implementasi pendidikan abad 21 yang ditandai dengan berpikir kreatif, komunikatif dan kolaboratif, dengan narasumber DR Sutoyo MPd, Murjiyati MpdI praktisi pendidikan yang sudah berpengalaman training di dalam dan luar negeri. Sebanyak 650 peserta ikut serta dalam webinar itu dari daerah se-Jawa. Pendidikan tatap muka memang sebuah keniscayaan, setelah semua mengeluhkan hilangnya pendidikan karakter akibat pendidikan daring selama pandemi ini. Semua orang tua, guru termasuk anak didik mengeluhkan itu. Justru dengan daring, peran kerja sama antar mereka sebetulnya diharapkan tetap menyelenggarakan pendidikan daring yang mengedepankan karakter. Namun realitanya berkebalikan, karakter anak betul-betul hilang. Ini yang menjadi keprihatinan bersama. Sehingga ketika semua persiapan tuntas, vaksinasi sudah dilakukan, maka pendidikan tatap muka harus dilaksanakan. Jika hanya 100-an anak dari 900-an sampai 1.000-an anak, siapa yang bertanggung jawab atas pendidikan siswa yang tidak menerima pendidikan tatap muka? Taruhlah sudah diperbanyak sampai separuh, tetap ada separuh siswa yang belum menerima sentuhan tatap muka. Karena itu meski waktunya bisa bergantian, namun semua siswa harus diikutkan dalam pendidikan tatap muka setelah uji coba dinyatakan berhasil. Dua narasumber DR Sutoyo dan Murjiyati mengatakan, yang perlu dipersiapkan saat pendidikan tatap muka adalah pantauan anak didik saat sekolah. Terutama berkaitan dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Guru tetap harus bekerja ekstra. Mengatur dan mengawasi anak agar tetap menggunakan masker, tidak berkerumun. Jelas itu tidak mudah karena kecenderungan anak ketika ketemu teman yang sudah lama pisah, pasti akan berkerumun. Belum lagi jika anak tukar menukar masker untuk kenang-kenangan, ini lebih berbahaya. Jika perlu saat anak sudah pulang atau ketika berangkat, mereka perlu diantar orang tua dan dijemput saat pulang sekolah. Ini menghindari mereka main bersama usai di luar pengawasan sekolah. Semua dipastikan aman. Satu hal, mereka harus sadar ini kehendak bersama sehingga ketika ada sesuatu, tidak saling salah menyalahkan, atau mencari kambing hitam untuk menumpahkan kesalahannya. Mudah-mudahan tidak terjadi. Sementara Bupati Juliyatmono mengatakan, pihaknya sedang mengajukan pasokan vaksin untuk guru. Jadi pemerintah pusat memang sampai Juni semua kebutuhan vaksin terpenuhi dan semuanya harus divaksin untuk memastikan persiapan pendidikan tatap muka.(joko dh/aa/smol)

Editor: Arifin

Terkini

Tujuan Matematika Khusus di Sekolah Dasar

Senin, 6 Februari 2023 | 21:11 WIB

Peran Majalah Sekolah sebagai Penguatan Berliterasi

Senin, 23 Januari 2023 | 06:20 WIB

Pendidikan di Era Society 5.0

Minggu, 22 Januari 2023 | 20:26 WIB

Peran Teknologi dalam Pendidikan Masa Depan

Minggu, 22 Januari 2023 | 11:19 WIB

Pesan Perdamaian dalam Natal

Sabtu, 24 Desember 2022 | 19:05 WIB

Kebiasaan Natal dan Kaitannya dengan Kelahiran Yesus

Sabtu, 24 Desember 2022 | 19:01 WIB

Pondasi Anti Korupsi Petugas Pemasyarakatan

Jumat, 23 September 2022 | 17:25 WIB

Meningkatkan Integritas dan Etika Aparatur Sipil Negara

Jumat, 23 September 2022 | 16:20 WIB
X