• Selasa, 18 Januari 2022

Misteri Mayat di Bawah Jembatan, Penyidik Temukan Kelainan di Dada Ridwan

- Kamis, 27 Mei 2021 | 21:07 WIB
IMG-20210527-WA0020
IMG-20210527-WA0020

SMOL.ID - KARANGANYAR - Proses autopsi terhadap Ridwan (19) pendekar PSHT yang jenazahnya ditemukan di bawah jembatan di Jumantono, Karanganyar yang dilakukan tim forensik dari Instalasi Forensik RS Dr Moewardi Solo selesai sudah. Autopsi itu dilakukan penyidik Polres Karanganyar untuk mencari tahu penyebab kematian korban yang sesungguhnya. Dalam autopsi yang dilakukan tim forensik dari Instalasi Forensik RS Dr Moewardi Solo beranggotakan 15 orang personel dipimpin Kepala Instalasi Forensik dr Wahyu Dwi Atmoko, di makam Ridwan di Dusun Brongkol, Desa Kwangsan, Jumapolo tim forensik menemukan ada luka memar di dada. Selanjutnya organ dalam tersebut diambil dan akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian pemuda itu. Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussein menjelaskan untuk area kepala, tidak ada luka fatal yang bisa menyebabkan kematian. Begitu pula dengan tulang, tidak ada yang patah. Semula diduga bagian itulah yang rusak. Ternyata tidak. "Ada luka memar di dada. Karena itu organ dalam yang diambil untuk pemeriksaan laboratorium juga dari dada," jelas Kasatreskrim pada wartawan, Kamis (27/5). "Hanya satu organ dalam dari dada yang diambil, untuk diperiksa di laboratorium." Kasatreskrim mengatakan dari pengakuan tersangka saat menjalani pemeriksaan, mereka melakukan penganiyayaan terhadap korban menggunakan tangan kosong dan tidak menggunakan alat tertentu. "Bisa jadi pukulan tersangka ada yang mengenai bagian vital korban, hingga menyebabkan kematian. Karena itu, diperlukan autopsi untuk memastikannya," ungkapnya. Sedangkan hasil autopsi diperkirakan baru keluar sekitar sepekan atau dua pekan kemudian. "Hasilnya seperti apa, nanti akan kami sampaikan," katanya. Selama prosesi autopsi disaksikan langsung oleh keluarga korban. Usai autopsi yang berlangsung 10.45 WIB hingga pukul 13.00 WIB, jenazah Ridwan kembali dikubur. Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, jenazah Ridwan pertama kali ditemukan pada 17 Mei 2021 di bawah Jembatan Tugu, perbatasan wilayah Jumantono-Jumapolo. Semula Ridwan diduga korban kecelakaan tunggal, sebelumnya penyidik Polres Karanganyar berhasil mengungkap bila korban bukanlah korban kecelakaan tunggal. Penyidik telah menetapkan empat tersangka yakni, dua tersangka utama berinisial AH dan RW. Sedangkan dua tersangka lainnya berinisial AI dan MF yang ikut serta menyembunyikan dan membuang jenazah korban.(joko dh/aa/smol)

Editor: Arifin

Terkini

X