• Rabu, 30 November 2022

Unwahas Mulai Terapkan Program Kampus Merdeka

- Senin, 7 Juni 2021 | 08:15 WIB
IMG-20210607-WA0014
IMG-20210607-WA0014

SMOL.ID - SEMARANG – Wakil Rektor Undip Prof Budi Setiyono SSos MPol Admin PhD mengatakan, saat ini program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mulai diterapkan sejumlah perguruan tinggi termasuk Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas). ‘’Namun untuk dapat menerapkan kebijakan ini, perguruan tinggi harus mempersiapkan diri agar dapat menjalankan program ini sesuai dengan karakteristik perguruan tinggi dan sumberdaya yang dimiliki,’’ katanya. Dia mengatakan hal itu dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang MBKM yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) Senin (7/6). Menurut Budi Setiyono, perguruan tinggi harus menentukan kebijakan yang menjadi panduan bagi program studi yang dinaunginya, termasuk di antaranya mengenai dukungan terhadap pembelajaran lintas prodi dan alokasi penggunaan dana, serta menjamin mutu lulusan tidak akan menurun dengan menjalankan program ini. ‘’Pimpinan perguruan tinggi juga dapat mencarikan mitra yang sesuai untuk seluruh prodi yang ada. Sementara itu, program studi harus menyelaraskan kurikulumnya agar memungkinkan mahasiswa secara mandiri dapat memilih tiga semester belajar lintas prodi atau luar perguruan tinggi,’’ tuturnya. Dikatakan, program studi juga harus melakukan penjaminan mutu bahwa lulusan yang dihasilkan tetap memperoleh capaian pembelajaran yang telah ditentukan. ‘’Prodi perlu melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan mitra untuk melaksanakan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) dalam program MBKM agar mendukung pemerolehan capaian pembelajaran yang diinginkan,’’ katanya. Wakil Rektor Unwahas Dr H Andi Purwono SIP MSi mengatakan, harapan dari pelaksanaan program MBKM itu, selain output mahasiswa yang berkompeten dan berkarakter, juga beradab, jujur, berani, cerdas, mandiri, serta siap terjun ke masyarakat atau dunia kerja dan industri. Menurut Andi, ilmu di perguruan tinggi bersifat dinamis, sehingga kurikulum juga seharusnya berproses dinamis sesuai kebutuhan terkait dinamika ilmu dan kebutuhan praktis. ‘’FGD ini sangat penting tidak hanya hibah, namun ikhtiar jangka panjang perbaikan yang lebih baik,’’ katanya. Dekan Fisip Agus Riyanto mengatakan, FGD tidak hanya memanfaatkan dana  hibah, namun sekaligus sebagai ikhtiar perbaikan jangka panjang. ‘’Kurikulum menentukan kualitas perguruan tinggi sehingga momentum ini sangat strategis. Harapan FGD ini dapat menghasilkan kurikulum Fisip yang berkualitas sesuai MBKM dengan tetap mempertahankan karakteristik Fisip Unwahas, aswaja,’’ tegasnya. Alumni Unwahas yang kini menjadi Dosen UII Yogyakarta Wahyu Arif Rahardjo SIP MA mengatakan, mata kuliah negosiasi dan lifeskill yang dipelajari di kelas bermanfaat buat mahasiswa, khususnya dalam pekerjaan analisa politik luar negeri. Menurut Wahyu perlu ada pembagian yang lebih rinci, misalnya pembangunan dan lingkungan. ‘’Magang kuliah menurut saya sangat berguna. Meski jujur pada saat itu proses magang seperti apa kami tidak tahu sebelumnya,’’ kata Wahyu. Hadir pada FGD tersebut SSos MSi Wakil Dekan Muhammad Nuh, Ketua Jurusan Ilmu Politik Zudi Setyawan, dan para dosen di lingkungan program studi ilmu politik dan hubungan internasional. (aa/smol)

Editor: Arifin

Terkini

Pondasi Anti Korupsi Petugas Pemasyarakatan

Jumat, 23 September 2022 | 17:25 WIB

Meningkatkan Integritas dan Etika Aparatur Sipil Negara

Jumat, 23 September 2022 | 16:20 WIB

Budaya Korupsi Lapas Merusak Generasi Baru

Jumat, 23 September 2022 | 06:44 WIB

Menyemai Perdamaian Wujudkan Kerukunan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:21 WIB

Makna Peringatan Kematian Yesus bagi Umat Manusia

Jumat, 15 April 2022 | 22:22 WIB
X