• Selasa, 18 Januari 2022

Misteri Mayat di Bawah Jembatan, Pengeroyok Ridwan Mabuk

- Rabu, 16 Juni 2021 | 15:51 WIB
IMG-20210527-WA0020
IMG-20210527-WA0020

SMOL.ID - KARANGANYAR – Polisi melakukan rekonstruksi pengeroyokan Ridwan (19) asal Kwangsan, Jumapolo yang ditemukan tewas dan mayatnya dibuang di bawah jembatan Tugu Jumantono. Rekonstruksi dilakukan di sebuah warung tempat pertemuan Ridwan dengan Arga salah satu pelaku pengeroyokan. Selain itu rekonstruksi di dua tempat pembuangan mayat Ridwan. Wakapolres Kompol Purbo Ajar Waskito usai rilis press di Kantor Satreskrim Karanganyar, Rabu (15/6). Diketahui pengeroyok Ridwan ternyata dalam keadaan mabuk. Pelaku utama ada dua orang, yang kini sudah ditangkap petugas. ‘’Karena itu sebetulnya pengeroyokan itu terjadi secara spontan tidak direncanakan. Hanya karena terpengaruh alkohol itu, menjadi tidak terkendali sehingga Ridwan sampai tewas. Karena itu untuk sementara kasusnya kami bidik dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan mengakibatkan kematian,’’ kata Wakapolres didampingi Kasatreskrim AKP Kresnawan Hussein. Dia mengatakan, sebetulnya antara korban dan penganiaya masih teman satu perguruan silat. Karena itu ketika Ridwan dipanggil dia datang karena sudah mengenal dan teman satu perguruan silat. Di samping itu Ridwan juga merasa memiliki kesalahan sudah menuduh penganiaya pengedar pil koplo. Selain sudah melakukan rekonstruksi petugas jua masih menunggu hasil autopsi mayat korban yang dilakukan dengan membongkar kuburan korban. Autopsi itu masih belum selesai diselidiki sehingga masih belum lengkap alat buktinya. Hasil sementara memang ada luka di dada korban. Petugas mengatakan masih ada kemungkinan menambah tersangka karena pengakuannya pengeroyokan dilakukan lima orang dan ada dua orang yang membantu membuang mayat korban. Mobil yang digunakan mengangkut mayat korban untuk dibuang kini sudah disita petugas. Sebagaimana diwartakan, Ridwan ditemukan sudah menjadi mayat di bawah jembatan. Semula polisi menduga korban tewas karena kecelakaan tunggal namun karena banyak kejanggalan akhirnya terkuak korban mati dikeroyok.(joko dh/aa/smol)

Editor: Arifin

Terkini

X