Kementerian Koperasi dan UMKM Kecam Praktik Thrifting, Begini Tanggapan Masyarakat

- Kamis, 2 Maret 2023 | 11:16 WIB
Kementerian Koperasi dan UMKM Kecam Praktik Thrifting, Begini Tanggapan Masyarakat. ( Pexels)
Kementerian Koperasi dan UMKM Kecam Praktik Thrifting, Begini Tanggapan Masyarakat. ( Pexels)

SMOL.ID - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) mengecam praktik 'thrifting'. Praktik ini merupakan kegiatan membeli pakaian bekas.

Deputi Bidang UKM Hanung Harimba Rachman menilai praktik ini dapat mencederai produktivitas UMKM.

Pihaknya khawatir produk luar negeri yang dijual dengan harga miring kelak akan mengancam penjualan produk UMKM.

Selain itu, pakaian thrifting dinilai juga bisa membawa bahaya. hal itu karena usai diuji ternyata mengandung jamur dan bakteri yang dapat mengancam kesehatan.

Baca Juga: Viral Video Tertangkapnya Maling Laptop Di Bus, Banyak Warganet Pernah Jadi Korban

Kabar tersebut pun sempat membuat riuh masyarakat. Salah satunya warganet Twitter.

Dilansir oleh SMOL.ID pada Kamis (2/3/2023) melalui Twitter @cudble yang mengunggah ekspresinya terhadap penilaian pemerintah terkait praktik thrifting.

Unggahan tersebut menimbulkan berbagai respon dari warganet.

Di antara warganet rupanya ada yang tak setuju dengan tindakan pemerintah.

“Lah negara-negara maju, dan di eropa malah secara terang-terangan punya toko besar yang isinya thrifting. Dengan beli thrifting kita turut membantu mengurangi limbah pabrik yang berdampak banget ke bumi, wahai bapak/ibu pejabat sekalian,” tulis warganet tersebut.

Sontak pernyataan tersebut mendapat respon dari banyak warganet lainnya yang justru berada di pihak pemerintah.

“Salah kaprah ini mah, di sini mah malah impor sampah jatohnya. Bayangin satu bal ada berapa sampah pakaian/sepatu. Kalau mau ngurangin sampah justru yang bener tu preloved/secondhand-nya lokalan aja dalam negeri. Kalau masih impor yaa sami mawon nambah sampah,” balas yang lainnya.

“Dan baju thrift sekarang juga banyak yang mahal, alesannya cuma karena itu barang luar dan udah turun harga banyak,” komentar warganet yang lain.

“Me better sekalian beli baju brand lokal, lebih mahal dikit tapi baru, bukan bekas, oh iya, daripada nambah limbah mending baju lama di sumbangkan saja ke yang membutuhkan,” tambah yang lainnya.

Banyak dari warganet yang memilih untuk membeli baju brand lokal daripada baju thrift yang diimpor dari luar negeri.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X