• Sabtu, 22 Januari 2022

Hati-hati Transaksi Forex, Belajar dari Kasus Sunton dan Mark AI

- Senin, 18 Oktober 2021 | 08:02 WIB
Logo Mark AI, perusahaan Crypto Currency yang dikabarkan scam. (Foto: Tangkap Layar Youtube)
Logo Mark AI, perusahaan Crypto Currency yang dikabarkan scam. (Foto: Tangkap Layar Youtube)

SMOL.ID - Keuntungan yang mudah dan relatif besar biasanya yang menarik orang untuk menanamkan uang dalam perdagangan valuta asing (forex trading).

Investor individu bisa memilih untuk trading sendiri, ikut master trading atau menggunakan robot.

Nah fasilitas yang terakhir inilah yang saat ini sedang membuat geger. Dua broker yang menggunakan robot trading, yakni Sunton Capital dan Mark AI melakukan scamming (penipuan).

Baca Juga: Aplikasi dan Web Robot Transaksi Forex Mark AI Down, Menyusul Sunton Capital?

Sunton Capital sudah terhenti bertransaksi dalam sepekan terakhir. Sementara Mark AI sudah tidak bisa menarik dan menyetor dana sejak Jumat 15 Oktober. Dan kemudian pada Minggu kemarin layar tangkapan Mark AI hilang.

Kantor Mark AI di Surabaya juga kosong melompong. Beberapa nasabah yang mendatangi kantor itu tak menjumpai satu pun pegawai. Pagi ini sudah pasti diketahui bahwa Mark AI scamming.

Tak ada informasi resmi berapa banyak jumlah member Sunton Capitol atau Sunton FX ini, namun diperkirakan mencapai ribuan.

Perusahaan yang berlokasi di 20-22 Wenlock Road, London, England, N1 7GU, United Kingdom ini diindikasikan kabur menggondol uang puluhan miliar, meninggalkan para member yang jadi korban.

Sementara Mark AI yang telah beroperasi di Indonesia selama enam bulan, di grup Telegramnya ada sekitar 8 ribu anggota, dengan nilai uang puluhan miliar juga.

Laman afzani.com menjelaskan jika per tanggal 14 Oktober 2021 Pukul 21.27 disaat terjadinya trading, Sunton FX melakukan Margin Call (MG) massal.

Baca Juga: Barcelona vs Valencia, Philippe Coutinho Sudahi Pertandingan dengan Kemenangan Blaugrana 3-1

Ini adalah kondisi dimana candle dimanipulasi sehingga menyebabkan kerugian atau loss total. Jadi meski telah menggunakan skema stop loss, tetap tidak bisa menahannya.

Kabar lain memperkuat Sunton Capitol dalam kondisi yang sangat bermasalah. Lantaran belakangan diketahui, broker forex ini tidak memilki lisensi Financial Conduct Authority (FCA).

Lisensi FCA seharusnya dimiliki sebuah perusahaan broker yang dianggap legal. Jika di Indonesia lembaga sejenis Bappeti ataupun OJK.

Nah, nampaknya kita perlu belajar dari kasus Sunton Capital dan Mark AI ini dalam bertransaksi forex. Supaya lebih berhati hati dan menghindari penipuan.***

Halaman:
1
2

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X