• Kamis, 27 Januari 2022

Usai Sita Harta Tommy Soeharto, Mahfud Minta Satgas BLBI Sasar Debitur Lainnya yang Tak Bayar Utang Negara  

- Senin, 8 November 2021 | 11:29 WIB
Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Mahfud MD (tengah) memberi keterangan terkait perkembangan penagihan dana BLBI saat jumpa pers di Jakarta, Senin (8/11/2021) ( YouTube Kemenko Polhukam RI)
Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Mahfud MD (tengah) memberi keterangan terkait perkembangan penagihan dana BLBI saat jumpa pers di Jakarta, Senin (8/11/2021) ( YouTube Kemenko Polhukam RI)

 

SMOL.ID - Usai menyita sejumlah harta milik Tommy Soerhato, Menko Polhukam Mahfud MD memerintahkan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) segera menyita aset dan jaminan para obligor atau debitur yang tidak memiliki itikad baik membayar utang kepada negara.

Tindakan tegas diperlukan, sebagai upaya mempercepat penagihan utang dana BLBI.

"Saya Menko Polhukam selaku ketua pengarah Satgas (BLBI) memerintahkan Ketua Satgas melakukan penyitaan aset obligor atau debitur yang belum memenuhi kewajibannya dan tidak mau memenuhi panggilan Satgas BLBI untuk menyatakan kapan dan bagaimana membayarnya. Ini perintah agar segera disita aset-asetnya," tutur Mahfud saat jumpa pers di Jakarta, Senin, 8 November 2021.

Baca Juga: Satgas BLBI Panggil 24 Obligor, Ada yang Ngaku Tak Punya Utang Negara

Mahfud mengungkapkan ada sejumlah debitur dan obligor yang telah membayar utang mereka dengan besaran telah ditetapkan oleh pemerintah, namun ada yang belum membayar dan cenderung abai.

Sejumlah pengusaha yang telah membayar lunas utangnya kepada negara, antara lain Anthoni Salim, Mohammad "Bob" Hasan, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risjad.

"Pemerintah telah menentukan utang masing-masing obligor dan debitur, dan banyak di antara mereka yang membayar dan selesai. Misal, Anthoni Salim langsung membayar, lunas, selesai, Bob Hassan lunas selesai," ujar Mahfud MD merinci.

Karena itu, pemerintah harus berlaku adil dan tegas terhadap para peminjam yang enggan menunaikan kewajibannya membayar utangnya kepada negara.

"Ini tidak adil, kalau ada orang yang sudah ditetapkan punya utang lalu membayar, sementara yang lain tidak membayar, tetapi lari-lari, nego terus. Itu tidak adil. Kami akan berlaku adil. Ini akan dikejar," tegas Mahfud MD

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X