• Kamis, 27 Januari 2022

Kemnaker Umumkan UMP 2022: Naik 1,09 Persen, Jateng Jadi yang Terendah

- Selasa, 16 November 2021 | 15:33 WIB
Bocoran upah minimum 2022, naik 1,09 persen  ((Pixabay/EmAji))
Bocoran upah minimum 2022, naik 1,09 persen ((Pixabay/EmAji))

SMOL.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Senin (15/11 /21) telah mengumumkan hasil penghitungan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.

Tercatat bahwa pada tahun 2022 nanti, terdapat kenaikan rata-rata 1,09 persen.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil penghitungan tersebut diambil berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga: Demo Buruh, Desak Pemerintah Naikkan UMP 10% di 2022 dan Cabut UU Ciptaker

"Data statistik Upah Minimum, UMP terendah Jawa Tengah Rp 1.813.011 dan UMP tertinggi DKI Jakarta Rp 4.453.724. Rata-rata penyesuaian UMP 2022 adalah 1,09 persen," kata Putri dalam Seminar Terbuka Proses Penetapan Upah Minimum 2022 yang digelar secara virtual, Senin (15/11/2021).

Berdasarkan hal tersebut, maka UMP terendah tahun 2022 terjadi di Jawa Tengah sedangkan untuk DKI Jakarta menempati UMP tertinggi.

Data-data yang dihimpun oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga menunjukkan provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang baik.

Provinsi yang menunjukkan kenaikan pertumbuhan ekonomi paling tinggi ialah Maluku Utara. Hal ini lantaran kenaikannya sebesar 12,76 persen.

Sementara, untuk provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi terendah yaitu Provinsi Bali dengan -5,83 persen.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X