• Kamis, 27 Januari 2022

2022 UMP Dipastikan Naik, Perusahaan Beri Gaji Karyawan di Bawah Aturan Bisa Dipenjara 4 Tahun

- Rabu, 17 November 2021 | 11:12 WIB
2022 UMP Dipastikan Naik, Perusahaan Beri Gaji Karyawan di Bawah Aturan Bisa Dipenjara 4 Tahun ((ilustrasi Antara))
2022 UMP Dipastikan Naik, Perusahaan Beri Gaji Karyawan di Bawah Aturan Bisa Dipenjara 4 Tahun ((ilustrasi Antara))

SMOL.ID - Tahun depan upah minimum dipastikan naik. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengetatkan sistem pengawasan dan menindak tegas pelanggar upah pekerja.

Perusahaan yang menggaji karyawannya di bawah upah yang ditentukan bisa terancam penjara 4 tahun.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pengusaha bisa dikenai sanksi maksimal 4 tahun penjara dan/atau denda sampai Rp400 juta apabila memberikan gaji pekerjanya di bawah upah minimum.

Baca Juga: Kemnaker Umumkan UMP 2022: Naik 1,09 Persen, Jateng Jadi yang Terendah

"Pengusaha tidak bisa main-main, dan harus memberikan gaji karyawan sesuai ketentuan aturan pengupahan jika tidak ingin mendapat sanksi," tandas Puan, di Jakarta, Selasa 16 November 2021.

Menurutnya, pelanggaran upah minimum kerap terjadi. Karena itu Pemerintah tidak boleh abai, dan harus tegas menindak perusahaan-perusahaan yang melanggar ketentuan upah minimum.

"Karena ini sangat merugikan rakyat sebagai pekerja," kata Puan.


Dia meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menguatkan sistem sosialisasi dan pengawasan ke perusahaan-perusahaan.

Menurutnya, pihaknya banyak mendapat pengaduan bahwa pelanggaran upah minimum kerap terjadi karena minimnya pengawasan.

Baca Juga: Demo Buruh, Desak Pemerintah Naikkan UMP 10% di 2022 dan Cabut UU Ciptaker

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X