• Sabtu, 10 Desember 2022

Baterai Listrik, DPR Minta Indonesia Tak Hanya Jadi Target Pasar Tapi Penghasil

- Selasa, 20 September 2022 | 16:03 WIB
Baterai Kendaran Listrik, DPR Minta Indonesia Tak Hanya Jadi Target Pasar Tapi Penghasil (DPR)
Baterai Kendaran Listrik, DPR Minta Indonesia Tak Hanya Jadi Target Pasar Tapi Penghasil (DPR)

SMOL.ID - Pemerintah menargetkan agar Indonesia menjadi salah satu negara penghasil baterai bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Sebagai upaya mewujudkan agar Indonesia menjadi negara penghasil baterai, saat ini telah dibentuk Indonesia Battery Corporation (IBC).

Selama ini, Indonesia memiliki bahan baku baterai, tapi Indonesia juga menjadi target pasar baterai kendaraan listrik.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno berharap Indonesia tak sekadar menjadi target pasar terlebih setelah masuknya beberapa investor asing pada industri tersebut.

Pada Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur MIND ID, Direktur Utama PT Antam dan Direktur Utama IBC di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Senin 19 September 2022, Eddy menyinggung banyaknya investasi yang berujung hanya menjadikan Indonesia sebagai negara pasar alih-alih menjadi basis ekspor.

Baca Juga: Jokowi Senang Industri Baterai Listrik di Batang Serap 20 Ribu Pekerja

Dalam pengembangan dan produksi baterai EV, IBC sendiri telah melakukan kerja sama dengan perusahaan Tiongkok PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dan LG Energy Solution dari Korea Selatan.

“Ini kita ada kerja sama dengan LG, kerja sama dengan CBL mungkin kerja sama dengan siapa lagi di masa mendatang. Cuma masalah kita ini klasik. Indonesia selalu gagal untuk menarik investasi yang kemudian dipergunakan sebagai basis kita untuk ekspor. Jadi Indonesia ujung-ujungnya apa? Market aja. LG investasi di sini oh melihat market Indonesia besar, CBL investasi oh lihat market-nya besar jadi ujung-ujungnya kita hanya menyediakan market,” ujar Eddy saat memimpin rapat.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengemukakan harapannya agar industri baterai EV nasional yang sedang dibangun dapat meramaikan pasar internasional melalui pasar ekspor. Eddy juga menekankan agar teknologi yang dikembangkan dalam baterai EV produksi Indonesia bisa bermanfaat secara global.

“Jadi kami berharap bahwa konsep pengembangan IBC kedepannya itu tidak hanya sebatas pada produksi baterai saja, tapi ya ujung-ujungnya harus ada peluang untuk kita meningkatkan ekspor. Jadi teknologinya ini bukan teknologi yang kemudian (hanya) dimanfaatkan Indonesia, untuk Indonesia tapi memang harus secara lebih global lagi di kebermanfaatannya,” tutup legislator asal daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat III tersebut.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X