• Minggu, 17 Oktober 2021

Tuntut Kenaikan Gaji dan Jam Istirahat, Kru Film dan TV Hollywood Ancam Mogok Kerja Besar-besaran

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:08 WIB
Tuntut Kenaikan Gaji dan Jam Istirahat, Kru Film dan TV Hollywood Ancam Mogok Kerja Besar-besaran (Ilustrasi Antara)
Tuntut Kenaikan Gaji dan Jam Istirahat, Kru Film dan TV Hollywood Ancam Mogok Kerja Besar-besaran (Ilustrasi Antara)

SMOL.ID - Pekerja, kru film dan televisi Hollywood mengancam akan menggelar aksi mogok besar-besaran minggu depan, apabila tuntutan kenaikan gaji dan jam istrirahat tidak diperhatikan.

Salah seorang dari serikat pekerja film dan televisi mengatakan, mereka menuntut Studio Hollywood memenuhi tuntutan kondisi kerja lebih baik.

Jika aksi mogok ini benar dilakukan, maka akan menjadi aksi mogok terbesar sejak 1940-an dilakukan oleh pekerja dan kru film dan televisi Hollywood.

Baca Juga: Sri Mulyani Bertemu Menkeu AS Bahas Krisis Pandemi

Aliansi Internasional Karyawan Panggung Teater (IATSE) yang mewakili 60.000 pekerja film dan televisi, mulai dari operator kamera hingga pembuat set dan desainer kostum, telah berbulan-bulan melakukan pembicaraan dengan organisasi industri papan atas yang mewakili Disney, Warner, dan Netflix mengenai perbaikan jam kerja, waktu istirahat dan kenaikan gaji.

Namun meski negosiasi sudah dilakukan berbulan-bulan, Studio Hollywood tetap mengabaikan tuntutan mereka untuk jam kerja yang lebih pendek, istirahat yang lebih lama di antara shift, dan peningkatan gaji untuk berpenghasilan terendah.

“Tanpa tenggat waktu, kami akan negosiasi selamanya. Anggota kami berhak mendapatkan kebutuhan dasar mereka sekarang. Laju tawar-menawar studio tidak mencerminkan rasa urgensi,” kata Kepala IATSE Matthew Loeb seperti dikutip dari laporan AFP pada Kamis, 14 Oktober 2021.

IATSE memberikan tenggat waktu negosiasi hingga Senin mendatang, jika tidak dipenuhi maka aksi mogor kerja akan dilakukan.

Baca Juga: Sleman Ancang-ancang akan Hentikan PTM Jika Ada Siswa atau Guru Terpapar Covid-19

Menurut IATSE, industri film dan televisi mulai mencoba meningkatkan produksinya setelah pembatasan akibat pandemi Covid-19.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

X