• Jumat, 7 Oktober 2022

Menyemai Perdamaian Wujudkan Kerukunan

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:21 WIB
Nelis Sifaullichiyah.
Nelis Sifaullichiyah.

Oleh: Nelis Sifaullichiyah, Mahasiswa Program Studi Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus 

Manusia dalam mengatasi dan menghapuskan berbagai bentuk kekerasan dengan segala tindakan dan upaya-upaya kreatif merupakan makna yang terkandung dalam perdamaian, baik kekerasan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, kekerasan secara struktural, kekerasan secara kulturual, ataupun individual di dalam sebuah masyarakat. Damai tidak mungkin hadir tanpa adanya konflik. Ketika damai ditiadakan atau disangkal, maka muncullah konflik, begitupun jikalau konflik ditiadakan maka muncullah damai. Keduanya merupakan satu kesatuan yang terikat dan tidak akan mungkin terpisahkan dan memisahkan. Konflik biasanya terjadi disebabkan oleh masyarakat yang mengalami penderitaan akibat perilaku kekerasan yang tidak nampak dan ketidakadilan. Perdamain menurut pandangan teologi merupakan penyesuaian dan pengarahan yang ditujukan kepada manusia untuk menjalankan aturan dari tuhan ataupun penciptanya pada satu pihak kepada pihak yang lain, hal ini berlaku bagi setiap hubungan konsentris (bertitik pusat yang sama) antara seseorang dengan orang lainnya, seseorang dengan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat, bangsa dengan bangsa, dan keseluruhan umat manusia antara satu sama lainnya, dan antara manusia dan alam semesta.

Islam merupakan agama yang menjujung tinggi keselamatan dan perdamain. Islam juga mengajarkan umatnya untuk menciptakan perdamaian, sebab damai merupakan kunci utama untuk menjalin hubungan antar sesama manusia. Sedangkan perselisihan, pertikaikain dan peperangan adalah sumber malapetaka yang akan mengakibatkan kerusakan baik dalam hal kemanusiaan maupun sosial. Kedamaian dalam Islam dipahami juga sebagai keadaan yang harmonis. Harmonis disini memiliki arti yaitu keselarasan hidup, disiplin, serasi, saling tolong menolong, saling memaafkan, berlaku adil dan lain sebagainya, baik harmonis secara fisik, spiritual, mental dan sosial. Ketaatan penuh kepada kehendak dan perintah dari Tuhannya adalah satu pencapaian dari perdamaian, karena itu kedamaian mempunyai penerapan internal personal, sosial, dan Tuhan merupakan sumber penopang dari kedamaian tersebut.

Tradisi dan nilai keislaman mengajarkan umatnya untuk menghindari dan tidak melakukan kekerasan dan penyerangan dalam segala aspek kehidupan, jikalau orang lain melakukan perbuatan buruk terhadapmu, maka hendaklah dan lebih baik untuk tidak membalasnya dengan perbuatan yang buruk pula, akan tetapi lakukanlah yang terbaik dalam menyingkirkan perbuatan buruk tersebut. Hal ini sesuai firman Allah SWT yang bermaktub dalam Al-Qur’an surah An-Nahl: 90

“Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Manusia merupakan makhluk sosial yang salingg membutuhkan antara satu sama lainnya, manusia tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan bantuan dari orang lain, karena dengan cara berinteraksi seperti itulah manusia saling melengkapi kekurangan satu sama lainnya. Namun terkadang ditengah-tengah berinteraksi dalam kehidupan sosial terjadi sebuah konflik, pertikaian, kesalahpahaman, ketegangan, saling berselisih, bertengkar dan benturan sering kali terjadi dan kadang-kadang tak dapat dihindari. Kehidupan manusia dari waktu ke waktu tidak akan pernah terlepas dari pertengkaran dan perselisihan masalah ataupun konflik, karena sejatinya kedamaian tidak akan pernah tercipta tanpa adanya konflik. Konflik tersebut muncul dari berbagai sudut kehidupan, baik konflik yang muncul dari pribadi, keluarga, kelompok dan konflik itu pun dapat terjadi antar etnis, suku, ras, agama, bangsa dan juga negara.

Perbedaan seringkali menjadi akar permulaan munculnya konflik, baik perbedaan dari ras, suku, budaya, warna kulit, pemahaman, kelas atau kasta, ekonomi, bahasa, agama dan itu semua merupakan sumber terjadinya konflik dan sekaligus tempat subur persemaian konflik. Upaya menyuarakan tentang pentingnya menerapkan sikap moderat terkhusus dalam beragama, hal ini dilakukan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama, hingga terbangun sebuah perdamaian yang menjadi tujuan yang paling utama. Perdamaian dapat disemai dengan cara menghargai satu sama lain, saling tolong menolong tanpa melihat latar belakangnya, kemudian tidak merasa yang paling benar dan menghargai setiap perbedaan sudut pandang baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan.  Perbedaan antar agama sering menjadi problematika yang hangat untuk diperbincangkan, bahkan gesekan atau kesalahpahaman seringkali muncul dan menimbulkan kerusuhan hingga kekerasan dan sikap intoleran antar sesama. Perilaku menyimpang ini biasanya disebabkan oleh orang-orang yang memiliki pemikiran sempit dan orang-orang yang menciptakan kegaduhan dengan mengatasnamakan agama. Padahal setiap ajaran agama diajarkan untuk menciptakan perdamain dan keharmonisan antar sesama umat agama bahkan manusia. Dan perlu disadari bersama bahwa perdamaian tidak akan muncul dengan sendirinya. Hal yang sangat mustahil untuk dicapai apabila seluruh masyarakat pasif dalam menyerukan perdamaian. Apabila seluruh elemen masyarakat bersatu, bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga perdamain, maka suatu kemungkinan Indonesia akan menjadi tolak ukur negara yang dapat menegakkan perdamaian dan menjaga kerukunan ditengah keberagaman. Maka perbedaan yang ada dalam kehidupan justru akan memberikan warna yang indah seperti halnya pelangi, tanpa ada perbedaan tidak akan ada perdamain dan damai itu suatu hal yang nyata adanya.

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Pondasi Anti Korupsi Petugas Pemasyarakatan

Jumat, 23 September 2022 | 17:25 WIB

Meningkatkan Integritas dan Etika Aparatur Sipil Negara

Jumat, 23 September 2022 | 16:20 WIB

Budaya Korupsi Lapas Merusak Generasi Baru

Jumat, 23 September 2022 | 06:44 WIB

Menyemai Perdamaian Wujudkan Kerukunan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:21 WIB

Makna Peringatan Kematian Yesus bagi Umat Manusia

Jumat, 15 April 2022 | 22:22 WIB
X