• Sabtu, 10 Desember 2022

Urgensi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Internalisasi Perilaku Integritas ASN

- Kamis, 22 September 2022 | 19:57 WIB
Pendidikan anti korupsi adalah perpaduan antara pendidikan atas nilai diri dan pendidikan pembentukan karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran, integritas dan keluhuran (pixabay mohamed_hassan / 5899 images)
Pendidikan anti korupsi adalah perpaduan antara pendidikan atas nilai diri dan pendidikan pembentukan karakter yang dibangun di atas landasan kejujuran, integritas dan keluhuran (pixabay mohamed_hassan / 5899 images)

SMOL.ID - Korupsi merupakan bentuk perbuatan menyimpang atau menyalahgunakan uang negara yang digunakan semata-mata untuk kepentingan pribadi.

Tindakan pidana korupsi dapat dilakukan oleh semua orang yang secara sengaja melanggar peraturan hukum untuk mencapai tujuan memperkaya diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang menimbulkan kerugian kas negara atau perekonomian negara (Sofhian, n.d.).

Perilaku korupsi di Indonesia sendiri telah ada sejak zaman Hindia Belanda yang hingga kini masih terjadi di pemerintahan Indonesia.

Fenomena korupsi dapat terjadi dimulai dari adanya penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang yang dijabat untuk mendapatkan keuntungan pribadi(Pendidikan & Konseling, n.d.).

Baca Juga: Kantor BPN Karanganyar Berebut Predikat Kantor Bebas Korupsi

Korupsi menimbulkan akibat negatif yang berbahaya bagi kehidupan manusia, akibat tersebut merusak jalannya kehidupan sosial, politik, birokrasi, ekonomi serta perilaku individu (Pemberantasan et al., n.d.)

Praktik korupsi di Indonesia yang sering kita dengar disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu diantaranya ialah: adanya kepentingan pribadi dan jaringan yang terhubung secara politik, rendahnya upah dan gaji yang diterima, tidak adanya pemisah antara kepentingan pribadi dengan kepentingan negara.

Selain itu penyebab terjadinya korupsi ialah kurang maksimalnya penegakan peraturan hukum dan pengawasan, lemahnya independensi peradilan di Indonesia hingga urgensi atas lemahnya rasa integritas dalam diri aparatur sipil negara hingga menyebabkan dirinya bertindak korupsi.  

Diketahui sepanjang 5 tahun terakhir terdata kurang lebih terdapat 2.691 kasus korupsi yang telah ditangani Aparat Penegak Hukum Indonesia, dengan meringkus tersangka kasus korupsi sebanyak 5.938 orang, dan menimbulkan kerugian negara sebesar 21,9 triliun (Dewantara Susilo et al., n.d.).

Halaman:

Editor: Syadza Haniya Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pondasi Anti Korupsi Petugas Pemasyarakatan

Jumat, 23 September 2022 | 17:25 WIB

Meningkatkan Integritas dan Etika Aparatur Sipil Negara

Jumat, 23 September 2022 | 16:20 WIB

Budaya Korupsi Lapas Merusak Generasi Baru

Jumat, 23 September 2022 | 06:44 WIB

Menyemai Perdamaian Wujudkan Kerukunan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:21 WIB

Makna Peringatan Kematian Yesus bagi Umat Manusia

Jumat, 15 April 2022 | 22:22 WIB
X