• Rabu, 19 Januari 2022

BPOM Temukan 53 Obat Tradisional dan 18 Kosmetik Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:53 WIB
BPOM Temukan 53 Obat Tradisional dan 18 Kosmetik Mengandung Bahan Kimia Berbahaya (Ilustrasi Antara)
BPOM Temukan 53 Obat Tradisional dan 18 Kosmetik Mengandung Bahan Kimia Berbahaya (Ilustrasi Antara)

SMOL.ID - Sebanyak 53 item obat tradisional yang beredar di Indonesia diindikasi mengandung bahan kimia  berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, ada satu suplemen dan 18 kosmetik juga mengandung bahan kimia yang juga berbahaya.

"Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan oleh 73 UPT BPOM di seluruh wilayah Indonesia sepanjang bulan Juli 2020 sampai dengan September 2021, telah teridentifikasi sebanyak 53 item obat tradisional yang mengandung bahan obat kimia, dan ini jelas dilarang," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI Reri Indriani dalam Konferensi Pers Public Warning Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik di Jakarta, Rabu, 13 Oktober 2021.

Baca Juga: Bantah Usir Purnawirawan, SatBrimob Polda Metro Terus Tertibkan Rumah Dinas di Tangerang

Selain itu, dalam periode Juli 2020 - September 2021, BPOM juga menemukan satu item suplemen kesehatan dan 18 kosmetik yang mengandung bahan kimia obat atau bahan dilarang atau bahan berbahaya.

Reri Indriani mengatakan, bahan kimia obat yang sudah sering ditambahkan ke dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan yakni sildenafil sitrat dan turunannya, tadalafil, deksametason, fenilbutason, alopurinol, prednison, parasetamol, asetosal, natrium diklofenak, sibutramin HCl, siproheptadin HCl dan tramadol.

Penambahan bahan kimia obat tersebut, sangat membahayakan kesehatan penggunanya. Sebagai contoh, deksametason dapat menyebabkan antara lain hiperglikemia dan osteoporosis, sedangkan sildenafil dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, bahkan kematian.

Sedangkan untuk produk kosmetik dengan temuan bahan dilarang atau bahan berbahaya, didominasi oleh hidrokinon dan pewarna dilarang, yaitu merah K3 dan merah K10.

Baca Juga: Pertahankan Posisi Klasemen Liga I, PSIS Semarang Siap Gulung Persik Kediri Jumat 15 Oktober 2021

Hidrokinon dapat menimbulkan iritasi kulit menjadi merah dan rasa terbakar atau kulit kehitaman. Sementara, pewarna K3 dan K10 merupakan bahan yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.

Menurut Reri, sepanjang masa pandemi Covid-19, BPOM secara rutin melakukan kegiatan sampling dan pengujian dengan memprioritaskan terhadap produk yang dikaitkan dengan penanganan Covid-19, yaitu obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

Simak! 5 Manfaat Jagung untuk Kesehatan Tubuh

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:40 WIB

Simak! 5 Manfaat Minum Jus Wortel untuk Kesehatan

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:39 WIB

Spinal Cord Injury, Apakah Bisa Menyebabkan Kematian?

Kamis, 16 Desember 2021 | 09:30 WIB
X