• Kamis, 20 Januari 2022

BPOM Terima Laporan Negara Sahabat Soal Peredaran Obat Tradisional Berbahaya dari Indonesia

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:09 WIB
 Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Reri Indriani (Foto Antara)
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Reri Indriani (Foto Antara)


SMOL.ID - Pemerintah menerima laporan dari negara-negara sahabat terkait adanya peredaran obat tradisional dan suplemen kesehatan serta kosmetik mengandung bahan kimia berbahaya.

Berdasarkan laporan tersebut, setidaknya ada 202 item obat tradisional dan suplemen kesehatan dan 97 item kosmetik yang mengandung bahan kimia obat, bahan dilarang atau bahan berbahaya dari Indonesia.

Atas laporan itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI langsung melakukan pembersihan pasar dengan menarik seluruh produk yang dimaksud dari pasaran.

Baca Juga: BPOM Musnahkan Obat Tradisional Berbahaya Senilai Rp21,5 M

"Kami juga melaksanakan penertiban pada fasilitas produksi dan distribusi, memberikan perintah penarikan dan pemusnahan produk, membatalkan nomor izin edar, dan juga melakukan proses pro-justitia oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPOM jika ditemukan adanya indikasi pidana," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Reri Indriani dalam Konferensi Pers Public Warning Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik di Jakarta, Rabu, 13 Oktober 2021.

Untuk obat tradisional dan suplemen kesehatan, selama Juli 2020-September 2021, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 3.382 fasilitas produksi dan distribusi.


Adapun putusan pengadilan tertinggi berupa pidana penjara selama dua tahun dan denda sebanyak Rp250 juta subsider kurungan tiga bulan.

Untuk kosmetik, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 4.862 fasilitas produksi dan distribusi, pemusnahan produk dengan nilai keekonomian sejumlah Rp42 miliar, dan pembatalan 18 nomor izin edar produk, dan sebanyak 89 perkara telah diproses secara pro-justitia.

Baca Juga: BPOM Temukan 53 Obat Tradisional dan 18 Kosmetik Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Putusan pengadilan tertinggi untuk kasus kosmetik itu berupa pidana penjara selama dua tahun dan denda sebanyak Rp25 juta subsider dua bulan kurungan.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

Simak! 5 Manfaat Jagung untuk Kesehatan Tubuh

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:40 WIB

Simak! 5 Manfaat Minum Jus Wortel untuk Kesehatan

Rabu, 29 Desember 2021 | 20:39 WIB

Spinal Cord Injury, Apakah Bisa Menyebabkan Kematian?

Kamis, 16 Desember 2021 | 09:30 WIB
X