• Rabu, 7 Desember 2022

Bolehkah Doa Pakai Bahasa Selain Arab? Begini Jawaban Kiai Miftah

- Jumat, 16 September 2022 | 06:46 WIB
Bolehkah Doa Pakai Bahasa Selain Arab? Begini Jawaban Kiai Miftah (Ilustrasi)
Bolehkah Doa Pakai Bahasa Selain Arab? Begini Jawaban Kiai Miftah (Ilustrasi)

SMOL.ID - Berdoa merupakan perkara yang sakral. Doa adalah salah satu media yang menghubungkan antara Allah SWT dengan hamba-Nya.

Apakah dalam berdoa harus menggunakan bahasa Arab? Atau boleh saja berdoa memakai bahasa apapun?

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, menjelaskan berdoa menggunakan bahasa Arab dan bahasa ajam atau non-Arab boleh dilakukan.

Kiai Miftah, begitu akrab disapa menambahkan, Allah SWT mengetahui setiap maksud hamba-Nya walaupun lisannya tidak bisa menyuarakan.

Baca Juga: Doa Ketika Merasa Tersakiti Karena Putus Cinta

Allah SWT Mahamengetahui setiap doa dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Mahamengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan,” Kiai Miftah seperti dikutip dari laman MUI, Jumat 16 September 2022.

Kiai Miftah mengingatkan agar doa yang dipanjatkan sepatutnya dipahami maknanya. Karena hati yang memahami isi doanya akan lebih didengar dan dikabulkan daripada hati yang lalai.

Sehingga doa yang dipanjatkan, hendaknya dipahami artinya sehingga bisa lebih diresapi.

“Pada poin inilah, mengapa berdoa kepada Allah boleh dengan bahasa apa saja, yaitu agar kita khusyu dalam meminta dan orang yang paham apa yang diminta. Tentu, akan bersungguh-sungguh dalam bermunajat,” ujar dia.

Baca Juga: Doa Susah Tidur Seperti Diajarkan Rasulullah SAW

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anjuran Islam Saat Terjadi Gempa

Selasa, 22 November 2022 | 02:58 WIB

Doa Mengawali Hari di Waktu Pagi Diajarkan Rasulullah

Minggu, 25 September 2022 | 06:00 WIB

Baca Doa Ini Ketika Terjadi Gempa Bumi

Minggu, 25 September 2022 | 05:32 WIB

Doa Ketika Merasa Tersakiti Karena Putus Cinta

Jumat, 16 September 2022 | 06:27 WIB
X