Diwarnai Dissenting Opinion, Irfan Widyanto Peraih Adhi Makayasa Divonis 10 Bulan Penjara

- Sabtu, 25 Februari 2023 | 13:42 WIB
Diwarnai Dissenting Opinion, Irfan Widyanto Peraih Adhi Makayasa Divonis 10 Bulan Penjara (IST)
Diwarnai Dissenting Opinion, Irfan Widyanto Peraih Adhi Makayasa Divonis 10 Bulan Penjara (IST)

SMOL.ID - AKP Irfan Widyanto mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri yang menjadi terdakwa perintangan penyidikan (obstruction of justice) perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J divonis penjara 10 bulan.

Pada sidang vonis digelar kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, hakim ketua Afrizal Hadi menyatakan, Irfan Widyanto bersalah terlibat perusakan CCTV yang membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J.

Dalam amar putusannya, hakim mengatakan, terdakwa Irfan Widyanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan tanpa hak dan melanggar hukum yang berakibat terganggunya sistem elektronik dan/atau mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Baca Nota Pembelaan, AKP Irfan Sebut Kasus Ferdy Sambo Pertama Kali Terjadi dalam Sejarah Polri

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Irfan Widyanto dengan pidana 10 bulan penjara," tandas Afrizal Hadi di PN Jaksel, Jumat 24 Februari 2023.

Selain penjara 10 bulan, Irjan juga diwajibkan membayar denda
Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Hakim menyatakan AKP Irfan Widyanto dinyatakan bersalah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Beberapa hal yang memberatkan, Irfan sebagai anggota Polri harusnya memiliki pengetahuan tentang barang-barang terkait tindak pidana serta harusnya menjadi contoh bagi penyidik lain.

Yang meringankan Irfan telah mengabdi kepada negara, dan merupakan lulusan Akpol terbaik tahun 2010.

"Terdakwa mempunyai kinerja yang bagus diharapkan memperbaiki perilakunya di kemudian hari dan dapat melanjutkan kariernya," ujar hakim.

Namun, dari tiga hakim ada yang berbeda pendapat atau dissenting opinion dalam menjatuhkan putusan perkara tersebut.

Baca Juga: Didakwa Terlibat Perintangan Penyidikan, AKP Irfan Widyanto Tak Ajukan Nota Keberatan

Salah satu anggota Majelis Hakim Anggota Ari Muladi,berpendapat tindakan Irfan Widyanto yang mengambil dan mengganti DVR CCTV tidak memenuhi unsur dengan maksud melakukan perintangan penyidikan.

Hakim Ari juga menilai peraih penghargaan Adhi Makayasa 2010 tersebut tidak memenuhi unsur sengaja maupun memiliki niat jahat ketika mengambil dan mengganti DVR CCTV untuk membuat terganggunya sistem elektronik.

Tetapi karena dua hakim terdiri Ketua Majelis Hakim Afrizal dan hakim Anggota M Ramdes tetap meyakini perbuatan Irfan turut melanggar hukum, maka vonis tetap dijatuhkan selama 10 bulan penjara dan denda Rp10 juta subsider 3 bulan.***

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X