Baru Dua Pekan 21 Jemaah Haji Indonesia Sudah Wafat, Wamenkes Sebut Tertinggi dalam 4 Tahun Terakhir

- Selasa, 6 Juni 2023 | 23:45 WIB
Sebanyak 21 jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat ini merupakan jumlah tertiggi dalam 4 tahun terakhir. (Ilustrasi)
Sebanyak 21 jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat ini merupakan jumlah tertiggi dalam 4 tahun terakhir. (Ilustrasi)

SMOL.ID - Sebanyak 21 jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat di Tanah Suci.

Jumlah kematian jemaah haji sebanyak 21 orang disebut tertinggi dalam 4 tahun terakhir. 

Mengingat, jemaah haji Indonesia berada di Tanah Suci kurang dari dua pekan.

Karena itu jemaah haji terutama lansia diimbau menjaga kesehatan agar jumlah kematian tidak meningkat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan dari evaluasi hingga hari ini, angka kematian jemaah haji 21 orang.

Baca Juga: 60 Mahasiswa MHU FDK UIN Walisongo KKL ke PT. Bakkah Berkah Mulia Surabaya, Pelajari Bisnis Haji Umrah

"Dari evaluasi sampai saat ini ada 21 yang sudah wafat, ini tertinggi di 4 tahun terakhir, mudah-mudahan nggak semakin meningkat," kata Dante, di YouTube Kemenko PMK, Selasa 6 Juni 2023.

Selain angka kematian yang dilaporkan, saat ini ada 236 jemaah haji menjalani rawat jalan sedangkan rawat inap 47 orang.

"Kemudian yang dirawat inap itu 256 dan sebagian besar sudah pulang," jelasnya.

Wamenkes mengatakan akan mengupayakan maksimal mungkin agar angka kematian jemaah haji Indonesia tidak terus meningkat.

Pemerintah berupaya memberikan fasilitas terbaik bagi jemaah haji terutama lansia. Terlebih tahun ini jumlah jemaan haji lansia cukup tinggi mencapai 66 ribu.

"Dengan adanya jumlah tingkatan lansia tertinggi, dan kemudian ada iklim meningkat kemungkinan saat arafah suhunya bisa mencapai 50 derajat, maka risiko kesehatan juga semakin meningkat," ujar Dante.

Upaya yang dilakukan pemerintah salah satunya, seluruh hp jemaah haji disediakan panic button. 

Baca Juga: Madinah Sangat Panas, Jemaah Calon Haji Lansia Sebaiknya Tak Laksanakan Shalat Arbain d Masjid Nabawi

"Kami juga siapkan panic button di HP jemaah, di mana kalau jemaah ada masalah kesehatan, jemaah bisa menekan tombol dan tenaga kesehatan segera mendatangi," jelasnya.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X