• Selasa, 5 Juli 2022

Menkes Tutup Akses Data Semua Pejabat Tinggi di Aplikasi PeduliLindungi

- Jumat, 3 September 2021 | 17:45 WIB
Menkes Tutup Akses Data Semua Pejabat Tinggi di Aplikasi PeduliLindungi (Antara)
Menkes Tutup Akses Data Semua Pejabat Tinggi di Aplikasi PeduliLindungi (Antara)

SMOL.ID - Menyusul bocornya data sertifikat vaksin milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun media sosial Twitter, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikih langsung bertindak cepat.

Menkes langsung merapikan dan menutup semua akses data milik kepala negara di aplikasi PeduliLindungi. Tidak hanya Jokowi, semua data milik pejabat lainnya juga ikut ditutup dari aplikasi tersebut, karena dinilai sensitif.

"Jadi memang yang pertama kami sampaikan, bahwa tadi malam kami sudah mendapatkan informasi mengenai masalah ini (bocornya NIK Jokowi) dan sekarang ini sudah dirapihkan sehingga data para pejabat ditutup," kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat 3 September 2021.

Baca Juga: Pemalsu Sertifikat Vaksin Palsu Terkoneksi PeduliLindungi Ditangkap


Menkes menegaskan pihaknya telah bergerak untuk melindungi data-data tersebut sehingga di kemudian hari tidak kembali terulang.

"Nah memang bukan hanya bapak Presiden saja, tapi banyak pejabat juga yang NIK-nya sudah tersebar informasinya keluar. Kita menyadari itu dan kita akan tutup untuk pejabat sensitif, yang memang beberapa data pribadinya terbuka itu akan kita tutup," tegasnya.

Baca Juga: Biar PeduliLindungi Tak Gampang Diakses Orang Lain, Ini Saran Kemendagri

Lebih lanjut, Budi kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan data milik orang lain. Lantaran tindakan tersebut masuk ke dalam pelanggaran UU ITE dan pelanggaran privasi orang lain.

"Itu secara UU ITE tidak boleh, contohnya saya sebagai bankir, saya tahu NIK, alamat, tempat tanggal lahir, jika saya sebagai bankir memanfaatkan data beliau itu salah dan tidak baik, karena itu hak pribadi nasabah. Maka dari itu, yuk kita bangun budaya yang sehat dan benar, kalau kita tahu dan ini sifatnya pribadi ya kita harus menjaga privasi yang bersangkutan," pungkasnya***

 

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

PLN Bawa 847 UMKM Difabel Naik Kelas

Senin, 4 Juli 2022 | 23:39 WIB
X