• Selasa, 30 November 2021

Hampir Sepekan Jateng dan DIY Diguyur Hujan, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

- Selasa, 14 September 2021 | 16:14 WIB
Hampir Sepekan Jateng dan DIY Diguyur Hujan, Ini Penyebabnya Menurut BMKG (Foto Antara)
Hampir Sepekan Jateng dan DIY Diguyur Hujan, Ini Penyebabnya Menurut BMKG (Foto Antara)

SMOL.ID - Wilayah Jawa Tengah dan DIY belakangan ini cenderung mendung, hujan ringan hingga lebat. Bahkan di Jateng selatan disertai angin dan petir.

Menurut informasi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir yang cenderung terjadi hujan, disebabkan oleh dinamika atmosfer.

Di belahan bumi utara saat ini terdapat topan Chanthu di Laut China Selatan. Di Australia bagian utara terdapat pusat tekanan rendah, sedangkan di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra terdapat pusaran angin, sehingga berpengaruh terhadap kondisi cuaca di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jateng.

Baca Juga: Jokowi Teken PP, PNS Tak Laporkan Harta Kekayaan Bisa Dikenai Hukuman


"Yang berpengaruh lagi juga MJO-nya (Madden Julian Oscillation) aktif, gelombang Rossby-nya juga aktif, dan suhu permukaan laut. Itu penyebab-penyebab yang mengakibatkan beberapa hari ini, diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo, Selasa 13 September 2021.

Menurutnya, sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng diprakirakan telah memasuki pancaroba atau peralihan dari musim kemarau menuju hujan.

"Walaupun tadi malam sudah mulai terdengar petir di Cilacap, tapi intensitasnya belum banyak. Kecenderungan terjadinya petir itu pada awal-awal musim hujan yang diprakirakan berlangsung pada akhir September," katanya.

Hujan tersebut diperkirakan hanya terjadi dalam sepekan. Namun khusus untuk wilayah Jateng bagian selatan, seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga akan terus berlanjut karena wilayah tersebut akan segera memasuki awal musim hujan.

Baca Juga: Brebes Masuk PPKM Level 4, Ganjar: Mungkin Memang Tidak Disiplin

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Cilacap akan berlangsung pada dasarian (10 hari) ketiga September, serta sebagian kecil wilayah Cilacap bagian utara khususnya Kecamatan Dayeuhluhur dan sekitarnya pada dasarian pertama Oktober.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

BKD Undi Gebyar Hadiah PBB P2 Kabupaten Sukoharjo 2021

Selasa, 30 November 2021 | 10:06 WIB

Pemkot Surakarta Sosialisasikan PPKM Level 3

Senin, 29 November 2021 | 20:49 WIB

Tantangan MUI Bersikap Proporsional

Minggu, 28 November 2021 | 21:58 WIB

Gowes Akademik Mau ke San Fransico

Minggu, 28 November 2021 | 17:28 WIB

DPRD DIY Syahlan RAPBD DIY Rp 5,5 Triliun

Minggu, 28 November 2021 | 17:15 WIB

Bupati Pati Peroleh Penghargaan Dwija Praja Nugraha 2021

Minggu, 28 November 2021 | 14:36 WIB

Sebanyak 286 Taekwondo Karanganyar Berlaga di Kejurda

Minggu, 28 November 2021 | 14:30 WIB

Percantik Nepal Van Java, Ganjar Pranowo Bantu 2 Ton Cat

Minggu, 28 November 2021 | 11:43 WIB
X