• Kamis, 27 Januari 2022

Azis Syamsuddin Ditahan KPK Usai Ditetapkan sebagai Tersangka Suap

- Sabtu, 25 September 2021 | 08:32 WIB
Dari kiri-kanan. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) terkait pengumuman dan penahanan tersangka Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin  (Antara)
Dari kiri-kanan. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) terkait pengumuman dan penahanan tersangka Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (Antara)

SMOL.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) setelah diumumkan sebagai tersangka kasus dugaan suap ke penyidik.

Penetapan tersangka dilanjutkan penahanan itu dilakukan KPK setelah memeriksa 20 saksi dan alat bukti dari dugaan suap penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

"Setelah penyidik memeriksa para saksi kurang lebih ada 20 orang saksi dan dikuatkan dengan alat bukti maka tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Jakarta Selatan," ungkap Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu dini hari, 25 September 2021.

Baca Juga: Hati-hati, Ancaman Teror dan Radikalisme pada Platform Digital

Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, tersangka Azis Syamsuddin akan menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di rutan tersebut.

Saat keluar dari Gedung KPK, Azis Syamsuddin yang telah mengenakan rompi tahanan KPK memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media.

Azis langsung masuk mobil tahanan KPK yang akan membawanya ke Rutan Polres Jakarta Selatan.

Adapun konstruksi perkara yang menjerat Azis Syamsuddin, menurut Firki tersangka memberikan suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) senilai Rp3,1 miliar untuk meminta tolong mengurus kasus korupsi yang melibatkannya dan Aliza Gunado (AG). 

Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari Azis Syamsuddin kepada SRP dan MH (Maskur Husain/advokat) sebesar Rp4 miliar yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar," kata Firli.

Aliza Gunado merupakan kader Partai Golkar dan mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Baca Juga: Kekuatan Budaya Menjadi Kunci Dalam Melawan Globalisasi

"Selanjutnya, SRP menghubungi MH untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut," kata Firli.

Maskur meminta Azis dan Aliza menyiapkan uang masing-masing sejumlah Rp2 miliar. Namun Maskur meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp300 juta kepada Azis.

"Untuk teknis pemberian uang dari AZ dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik MH. Selanjutnya SRP menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada AZ," tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, Azis Syamsuddin menggunakan rekening bank atas nama pribadinya mengirimkan uang sejumlah Rp200 juta ke rekening bank Maskur secara bertahap.

"Masih di bulan Agustus 2020, SRP juga diduga datang menemui AZ di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh AZ, yaitu 100.000 dolar AS, 17.600 dolar Singapura, dan 140.500 dolar Singapura," katanya.

Uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut oleh Maskur dan Robin ditukarkan ke "money changer" untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

Dalam kasus tersebut, Azis Syamsuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31
Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.***

Halaman:
1
2

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

X