• Minggu, 17 Oktober 2021

Sejarah Jembatan Bantar Bisa Dijadikan Destinasi Wisata

- Senin, 27 September 2021 | 13:42 WIB
Bupati Kulonprogo, Drs Sutedjo bersama Indroyono Susilo, Ketua Ketua Dewan Kurator Museum Soesilo Soedarman naik sepeda melintasi Jembatan Bantar. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)
Bupati Kulonprogo, Drs Sutedjo bersama Indroyono Susilo, Ketua Ketua Dewan Kurator Museum Soesilo Soedarman naik sepeda melintasi Jembatan Bantar. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)

SMOL.ID - Jembatan Bantar di atas Sungai Progo yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulonprogo, merupakan jembatan yang cukup bersejarah. Untuk itu, tentara rakyat mati-matian berusaha merebut jembatan itu dari penjagaan tentara Belanda.

Sebab bagi pasukan Belanda, menurut Indroyono Soesilo, Ketua Dewan Kurator Museum Soesilo Soedarman yang selama ini ikut melestarikan sejarah, jembatan itu menghubungkan Purworejo, Kebumen, Purwokerto dan Jakarta.

Sehingga wajar bila Belanda mempertahankan keberadaan jembatan tersebut, mati-matian dari serbuan tentara keamanan rakyat (TKR). Karena jembatan itu, merupakan jalur darat yang cukup strategis bagi Belanda, untuk mengirim perbekalan, pasukan maupun kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Belum Ada Pengganti, Kursi Azis Syamsuddin di DPR Masih Kosong

Sesungguhnya jembatan itu, bisa dijadikan destinasi wisata sejarah. Buktinya, meski sudah berusia puluhan tahun, namun jembatan itu masih berdiri kokoh walau sekarang sudah tidak dipergunakan lagi setelah ada jembatan yang baru.

Tapi karena kewenangannya berada di Pemda DIY dan kondisi fisik jembatan juga perlu perawatan, maka menurut Drs Sutedjo, Bupati Kulonprogo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo belum bisa mewujudkan jembatan yang bernilai sejarah tersebut menjadi objek wisata (obwis) baru.

Bupati Kulonprogo bersama Indroyono Susilo, saat meninjau dan menyaksikan renovasi prasasti jembatan kemarin menjelaskan, Jembatan Bantar merupakan bukti nyata perjuangan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan sejarah penjajahan Belanda ketika menduduki negeri ini.

Fakta sejarah tersebut, dinilai bisa menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun wisatawan manca negara. Apalagi buat wisata pendidikan dalam rangka mempelajari sejarah,, agar pelajar ngerti akan perjuangan bangsa.

Jembatan Bantar juga memiliki daya tarik yang cukup apik terutama bagi wisatawan manca negara, adanya sejarah perang dunia kedua di lokasi tersebut. Sehingga menarik minat turis (wisatawan) maupun pelajar, untuk mempelajari berbagai sejarah yang menyelimuti infrastruktur yang saat ini masuk cagar budaya tersebut.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kopi Rempah dan Jejak Soekarno di Kesultanan Ternate

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:58 WIB
X