• Minggu, 17 Oktober 2021

Ajukan KUAPPAS APBD 2022 Bupati Targetkan Pertumbuhan 3-4,5 Persen

- Senin, 27 September 2021 | 16:36 WIB
Ketua DPRD Bagus Selo menerima KUA-PPAS dari Bupati Juliyatmono untuk dibahas di Dewan.
Ketua DPRD Bagus Selo menerima KUA-PPAS dari Bupati Juliyatmono untuk dibahas di Dewan.

SMOL.ID – Pemkab Karanganyar mengajukan kebijakan umum anggaran prioritas rancangan untuk RAPBD 2022. Yang mengejutkan pertumbuhan ekonomi diprediksi naik dari minus 1,5 persen tahun ini akan langsung meningkat menjadi 3-4,5 persen di tahun 2022.

‘’Kebijakan ini tidak ngawur. Jika situasi pandemi covid sudah mulai landai seperti sekarang dan masyarakat bisa ikut sadar mempertahankan kondisi ini, maka geliat kegiatan masyarakat akan mulai bergerak cepat. Karena itu jika masyarakat mulai mobile pertumbuhan pasti cepat,’’ kata Bupati Juliyatmono usai sidang paripurna DPRD, Senin (27/9).

Semuanya memang masih tergantung pada kondisi covid ini. Sebab bergerak atau tidaknya sektor wisata, ekonomi secara umum tergantung pada sebaran covid ini. Jika landai, optimistis itu tercapai. Karena itu tergantung masyarakat pula.

Baca Juga: Atlet Jateng Raih Prestasi Metereng Eksebisi PON Papua, Ganjar: Semoga Jadi Penyemangat Atlet Lain

Dilihat dari struktur anggaran yang direncanakan Pemkab, semua masih sama dengan tahun 2021. Kenaikannya belum tampak signifikan. Artinya kegiatan masih belum banyak. Anggaran pendapatannya masih relatif sama Rp 2,082 triliun. Belanja daerah masih Rp 2,15 triliun.

Memang dari situ kelihatannya Pemkab masih cukup berhati-hati dengan kegiatan yang nyaris tidak berubah. Prioritasnya yang mulai bergeser ke pendidikan, Perdagangan dan UMKM, serta tentu kesehatan yang masih dicadangkan untuk covid Rp 15 miliar.

Yang jelas sektor pariwisata dipastikan akan mendapatkan perhatian berlebih. Sebab dengan kondisi melandai maka sektor itu mulai dibuka lebar dan multi plier effect dari sektor itu cukup besar untuk menggerakkan ekonomi secara keseluruhan.

Ketua DPRD Bagus Selo dimintai konfirmasi mengakui pertumbuhan ekonomi yang dirancang itu menumbuhkan optimisme. Dan itu sudah dirancang dan disinkronkan dengan pertumbuhan provinsi dan nasional.

‘’Memang tidak berdiri sendiri. Asalkan covid bertahan melandai seperti ini, optimistis bisa tercapai. Sebab mobilitas masyarakat akan cepat. Hanya saja jika nanti ada kebijakan pengurangan DAU (Dana Alokasi Umum) maka Pemkab akan kelimpungan juga.

Tahun ini saja DAU sudah turun sekitar Rp 29 miliar. Belum lagi kebijakan refocusing yang mau tidak mau mengambil anggaran tetap dari setiap PD (organisasi Pemerintah Daerah). Itu mengakibatkan kita harus menata ulang kegiatan yang ada.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kopi Rempah dan Jejak Soekarno di Kesultanan Ternate

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:58 WIB
X