• Minggu, 17 Oktober 2021

Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras di Bantul, 5 Juta Obat Disita  

- Senin, 27 September 2021 | 17:38 WIB
Konferensi pers pengungkapan kasus peredaran gelap obat keras atau berbahaya di gudang wilayah Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Senin (27/9/2021). ( ANTARA/Hery Sidik)
Konferensi pers pengungkapan kasus peredaran gelap obat keras atau berbahaya di gudang wilayah Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Senin (27/9/2021). ( ANTARA/Hery Sidik)

SMOL.ID - Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) membongkar pabrik produksi obat keras dan berbahaya di wilayah Bantul, Yogyakarta.

Pabrik tersebut merupakan jaringan peredaran gelap obat keras dan berbahaya di Jawa Barat-DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta-Jawa Timur-Kalimantan Selatan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, sejak 6 September, Ditipidnarkoba Bareskrim Polri menyelenggarakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sandi Anti-Pil Koplo targetnya produsen dan pengedar gelap obat keras dan berbahaya.

Baca Juga: Tak Lolos Skrining Kartu Vaksin, Puluhan Bus Pariwisata Ditolak Masuk Yogyakarta

"Dari kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini, sekitar tanggal 13 sampai 15 September berhasil mengungkap para pengedar gelap obat-obat keras dan psikotropika dengan menangkap lebih kurang delapan pelakunya," kata Brigjen Rusdi, saat konferensi pers, di Yogyakarta, Senin, 27 September 2021.

Menurut dia, dari tangan para tersangka, polisi telah menyita barang bukti lebih dari lima juta butir pil golongan obat keras jenis Hexymer, Trihex, DMP, Tramadol, double L, Aprazolam dari berbagai tempat kejadian perkara (TKP).

Sedangkan penangkapan para tersangka, yaitu di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi, dan Jakarta Timur.

"Atas hasil pengungkapan ini, maka tim dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mendapatkan petunjuk bahwa pabrik daripada pembuatan obat keras dan berbahaya ini ada di sekitar wilayah Yogyakarta," katanya.

Baca Juga: Proyek Tol Solo - Yogyakarta - Bandara YIA Kulon Progo Mulai Digarap

Karopenmas mengatakan, ternyata setelah didalami, polisi mendapat kebenaran bahwa obat-obatan tersebut diproduksi di pabrik dan gudang yang ada di Jalan IKIP PGRI Sonosewu, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

Kopi Rempah dan Jejak Soekarno di Kesultanan Ternate

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:58 WIB
X