• Minggu, 17 Oktober 2021

Bongkar Pabrik Obat Keras di Bantul, 13 Orang Ditangkap

- Senin, 27 September 2021 | 18:23 WIB
Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Hendrianto (kemeja putih) saat konferensi pers pengungkapan kasus peredaran gelap obat keras dan berbahaya di DIY  ((Foto ANTARA/Hery Sidik))
Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Hendrianto (kemeja putih) saat konferensi pers pengungkapan kasus peredaran gelap obat keras dan berbahaya di DIY ((Foto ANTARA/Hery Sidik))

SMOL.ID - Bareskrim Polri membongkar produksi obat keras dan berbahaya di Jalan Ikip PGRI Sonosewu, Bantul, Yogykarta. Pabrik tersebut merupakan jaringan peredaran gelap obat di Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Dari pengungkapan itu, Bareskrim menangkap 13 orang, mulai dari pengedar hingga distributor.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyebutkan jumlah tersangka diyakini akan bertambah karena kasus itu masih ditelusuri.

Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras di Bantul, 5 Juta Obat Disita  

Untuk sementara, jumlah tersangka sebanyak 13 orang terdiri pemilik pabrik, penyuplai bahan baku dan pengedar serta distributor.

"Pada kesempatan ini kami melakukan ekspose sekaligus akan menindaklanjuti kasus itu karena tidak menutup kemungkinan peredaran obat keras dan berbahaya ini sudah diedarkan di seluruh wilayah Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, jajaran Bareskrim Polri akan mengembangkan pemeriksaan terhadap para tersangka dan menelusuri peredaran obat keras dan berbahaya ini guna penanganan lebih lanjut.

"Tentu dari 13 tersangka itu akan berkembang dengan tersangka-tersangka lainnya, karena nanti akan kita upayakan untuk membuka transaksi dan komunikasi yang mereka lakukan sehingga jaringan peredaran obat keras dan berbahaya ini dapat kita tangani dengan baik pada masa mendatang," kata Kabareskrim dalam konferensi pers pengungkapan kasus di Yogyakarta, Senin, 27 September 2021.

Baca Juga: Tak Lolos Skrining Kartu Vaksin, Puluhan Bus Pariwisata Ditolak Masuk Yogyakarta

Ia mengatakan kehadirannya dalam ekspose kasus ini untuk memberikan semangat kepada teman-teman jajaran Bareskrim dan jajaran kewilayahan atas jerih payah yang sudah berhasil mengungkap secara lengkap mulai pengedar, distributor, pabrik, penyuplai bahan baku obat keras dan berbahaya ini.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

Kopi Rempah dan Jejak Soekarno di Kesultanan Ternate

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:58 WIB
X