• Minggu, 17 Oktober 2021

Tim Gabungan Mabes Polri Grebek Pabrik Obat Terlarang di Bantul dan Sleman

- Senin, 27 September 2021 | 18:20 WIB
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat jumpa pers pengungkapan kasus tempat produksi dan obat keras ilegal di Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (27/9/2021). Tim Mabes Polri dan Polda DIY berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial JSR, LSK dan WZ serta barang bukti berbagai jenis obat keras seperti Hexymer, Trihex, DMP, double L, IRGAPHAN 200 mg sebanyak 30.345.000 butir yang sudah siap kirim dan bahan prekusor serta tujuh mesin produksi yang mampu memproduksi sebanyak 14.000.000 butir pil per hari. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti saat jumpa pers pengungkapan kasus tempat produksi dan obat keras ilegal di Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (27/9/2021). Tim Mabes Polri dan Polda DIY berhasil mengamankan tiga tersangka berinisial JSR, LSK dan WZ serta barang bukti berbagai jenis obat keras seperti Hexymer, Trihex, DMP, double L, IRGAPHAN 200 mg sebanyak 30.345.000 butir yang sudah siap kirim dan bahan prekusor serta tujuh mesin produksi yang mampu memproduksi sebanyak 14.000.000 butir pil per hari. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

SMOL.ID - Bareskrim Mabes Polri berkerjasama dengan Polda DIY dan Polres Bantul, berhasil membongkar pabrik obat terlarang di Jalan IKIP PGRI Sonosewu, Ngestiharjo, Bantul dan Jalan Ring Road, Gamping, Kabupaten, Sleman.

Penggrebekan dua pabrik obat terlarang ini, dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Pengungkapan pabrik obat terlarang di Sonosewu, Ngestiharjo, Bantul ini, merupakan yang terbesar.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan, untuk satu hari pabrik tersebut mampu memproduksi 2 juta butir berbagai jenis. Penggrebekan kali ini merupakan yang terbesar.

Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras di Bantul, 5 Juta Obat Disita  

“Jika satu butir ini dijual seribu saja, sudah 2 miliar omsetnya. Jadi ini memang yang terbesar yang ditangkap selama ini,” kata Kabareskrim dalam jumpa pers di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pabrik Sonosewu, Siang tadi, 27 September 2021.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Ditipnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar, Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Kepala BPOM DIY Dewi Prawitasari dan Plt Kajati Tanti Manurung.

Bareskrim Polri, Brigjen Krisno Siregar mengatakan, penangkapan di Bantul dan Gamping ini merupakan pengembangan kasus sebelumnya. Awalnya Polri membuat operasi dengan sandi “Anti Pil Koplo 2021” sejak 6 September lalu.

Dari operasi ini berhasil disita 5 juta pil dengan jenis Hexymer, Trihex, DMP, Tramadol, double L dan Alprazolam untuk wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi dan Jakarta Timur.

Dari penemuan itu, kemudian dikembangkan dan akhirnya diketahui jika obat terlarang itu dibuat di Yogyakarta. Kemudian tim bergerak dan langsung melakukan penangkapan.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kopi Rempah dan Jejak Soekarno di Kesultanan Ternate

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:58 WIB
X