• Minggu, 17 Oktober 2021

Polda Jateng Ungkap Praktik Prostitusi Sesama Jenis di Solo

- Senin, 27 September 2021 | 18:53 WIB
Tersangka kasus prostitusi sesama jenis berinisal D saat rilis kasus di Polda Jateng di Semarang, Senin.  ((ANTARA/ I.C.Senjaya))
Tersangka kasus prostitusi sesama jenis berinisal D saat rilis kasus di Polda Jateng di Semarang, Senin. ((ANTARA/ I.C.Senjaya))

SMOL.ID - Praktik prostitusi sesama jenis dengan modus layanan plus-plus di Kota Solo berhasil dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah.

Dari pengungkapan itu, polisi menangkap satu orang diduga muncikari berinisial D, 47 dan 6 sebagai terapis pijat. D, diketahui merupakan warga Karanganyar, Jawa Tengah.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Djuhandani mengatakan ada 7 orang diamankan dari pengungkapan tersebut terdiri muncikari dan terapis pijat. Praktik prostitusi sesama jenis itu menggunakan tempat di sebuah indekos yang memiliki 19 kamar.

Baca Juga: Update Kasus Covid-19 di RI 27 September 2021, 1.390 Orang Positif

"Pelaku (muncikari) menggunakan sebuah indekos di daerah Banjarsari, Kota Solo, untuk menjalankan praktik prostitusi sesama jenis ini," katanya, di Semarang, Senin, 27 September 2021.

Menurut dia, muncikari menerima pelanggan di indekos tersebut.

Dari praktik prostitusi yang sudah berjalan sejak lima tahun lalu itu, tarif yang dikenakan ke pelanggan mulai Rp250 ribu hingga Rp 400 ribu.

Kemudian hasil itu dibagi muncikari dengan terapisnya, Sistem bagi hasil itu muncikari mendapatkan lebih besar, sedangkan terapis pijat akan mendapatkan hasil Rp100 ribu hingga Rp160 ribu.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Minta Percepat Vaksinasi Remaja

Djuhandani menambahkan tersangka juga menawarkan prostitusi berkedok pijat "plus-plus" ini melalui media sosial.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

Kopi Rempah dan Jejak Soekarno di Kesultanan Ternate

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:58 WIB
X