• Kamis, 27 Januari 2022

Pemuda Pancasila Menegaskan Lagi Sebagai Organisasi Nonpolitik

- Senin, 11 Oktober 2021 | 06:49 WIB
Calon anggota PP yang mengikuti pralatsar Koti Mahatigana di Ngadisari, Mojogedang.
Calon anggota PP yang mengikuti pralatsar Koti Mahatigana di Ngadisari, Mojogedang.

SMOL.ID – Disa Alif Aliven, Ketua Musyawarah Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Karanganyar menegaskan lagi tidak akan membawa organisasinya ke parpol tertentu. Organisasi itu independen, ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana. Lintas parpol.

‘’Namun saya tidak akan memasung hak politik anggota untuk berpolitik, baik dipilih maupun memilih. Mereka bebas dalam memilih dan dipilih. Saya tidak akan membawa mereka ke ranah politik praktis, menjadi underbouw parpol.’’ Kata dia Minggu sore (10/10) saat membuka pra latihan dasar anggota Komando Inti Mahatidana.

Seharian Disa membuka kegiatan itu di Gondangrejo, di sana ada 50 anggota dan di Ngadisari ada 140 anggota yang mengikuti pralatsar itu, dan juga mengadakan senam bersama pemuda Pancasil Jumapolo. Ada sekitar 700-an anggota Koti Mahatidana di Karanganyar. Mereka calon anggota Pemuda Pancasila setelah nanti mengikuti pralatsar dan latsar.

Ada materi kebangsaan, leadership, kedisiplinan, baris berbaris, dan organisasi partai yang sejak dini harus ditanamkan pada mereka, pengertian tentang organisasi kepemudaan ini. Untuk wawasan kebangsaan, disiplin dan baris berbaris, Pemuda Pancasila bekerja sama dengan Koramil dan Polsek setempat untuk melatih.

Dia merasa perlu untuk menegaskan lagi soal independen itu karena banyak pihak yang sering salah mengartikan PP akan menjadi organisasi tertentu di bawah parpol karena melihat dia yang Ketua MPC karanganyar memiliki keterikatan tertentu dengan tokoh parpol. Anggotanya juga banyak dari parpol itu sehingga memunculkan banyak penafsiran salah.

Disa mengatakan, selain tidak membawa ke parpol tertentu, PP dari awal sudah menegaskan bahwa organisasi itu siap menjadi garda terdepan untuk mengamankan Pancasila sebagai ideologi negara. Karena itu dalam setiap yel-yel yang ada, selalu diteriakkan NKRI harga mati, Pancasila jaya, karena PP tidak ingin ada pihak yang mengusik soal itu.

Disinggung soal apel akbar 28 oktober organisasi kepemudaan yang tetap independen dan menjadi satu-satunya organisasi kepemudaan yang tidak mengambil dana pemerintah yang disumbangkan untuk kegiatan ormas kepemudaan, PP berencana mengadakan apel akbar itu nanti.

Namun untuk tempat tidak harus di Alun-alun Karanganyar. Karena ingin membuktikan anggota PP betul ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana sehingga apel akbar itu akan digelar di seluruh wilayah untuk memperingati harlah PP pada 28 oktober. Dan itu memang bukan ditujukan untuk show of force unjuk kekuatan PP, namun murni untuk memperingati harlah PP.

Dalam pralatsar anggota Koti Mahatidana itu, terlihat berbagai ragam peserta. Ada yang usianya 73 tahun, ada yang berusia 53, dan beberapa yang meski usia tua namun memiliki semangat muda untuk mengabdi kepada masyarakat. Artinya PP tidak berdasarkan umur namun lebih pada pengabdian.(joko dh)

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Terkini

Bupati Haryanto: PTM Seharusnya Dua Shift

Rabu, 26 Januari 2022 | 18:14 WIB

Pemprov Jateng Targetkan 3 Besar MTQ ke-29 Kalsel

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:01 WIB
X