• Rabu, 20 Oktober 2021

Pendirian UMJT Karanganyar Dipantau Menko PMK

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:41 WIB
Teleconverence diikuti Bupati Juliyatmono dan Ketua DPRD Bagus Selo serta Prof Ravik Karsidi dengan Deputi Menko PMK Pros DR Agus Sartono.
Teleconverence diikuti Bupati Juliyatmono dan Ketua DPRD Bagus Selo serta Prof Ravik Karsidi dengan Deputi Menko PMK Pros DR Agus Sartono.

SMOL.ID – Rencana pendirian UMJT (Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah) dipantau oleh Menko PMK Prof Muhadjir Effendy. Saat teleconverence dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Ketua DPRD Bagus Selo, Meko PMK menyatakan dukungannya.

Diwakili Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Agama Prof DR Agus Sartono, Menko PMK yang juga pengurus Pusat Muhammadiyah menyatakan, pendirian universitas di Karanganyar itu diharapkan akan menjadi kontribusi positif terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia unggul di Karanganyar.

Dia mengaku senang dengan pendirian UMJT itu sebab semakin banyak universitas dibangun, akan semakin besar kontribusi Muhammadiyah bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dan itulah kontribusi besar Muhammadiyah lewat pendidikan.

‘’Muhammadiyah daerah Karanganyar memang memutuskan untuk mendirikan universitas dengan enam pilihan program studi, yaitu di tahap awal, Ekonomi Bisnis Digital, Teknik Komputer,Teknologi Informasi, Farmasi, dan Komunikasi. Rencana itu sudah matang dan tahun ajaran 2022 diharapkan sudah mulai tahun ajaran pertama,’’ kata DR Moh Samsuri, Ketua Muhammadiyah Karanganyar Selasa (12/10).

pendirian universitas yang didukung oleh sejumlah tokoh yang duduk sebagai Ketua task force Prof Ali Imron dan anggota seperti mantan rektor UNS Prof Ravik Karsidi itu sudah memasuki tahapan rekrutmen dosen yang minimal berijazah magister linier.

Dan kampus sudah tersedia lahan seluas 13,000 meter persegi untuk dibangun kelak setelah UMJT mulai. Sementara kampus bersatu dengan Gedung Dakwah Muhammadiyah, yang akan ditingkat empat lantai untuk kampus sementara UMJT.

Pilihan nama memang jatuh pada Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah di Karanganyar. Nama itu di samping tetap mengedepankan Muhammadiyah Karanganyar juga memang menandakan kampusnya ada di Jateng dan belum dipakai yang lain.

Tadinya sempat mengemuka universitas Muhammadiyah Karanganyar. Namun nama Karanganyar banyak dipakai termasuk di kecamatan di Purworejo, sehingga batal. Kemudian ada usulan Universitas AR Fahrudin yang pernah menjadi Ketua Muhammadiyah, namun ternyata nama itu sudah dijadikan nama Gedung olahraga UMM Malang. Sehingga sepakat dipakai UMJT.

Apapun namanya, Bupati Juliyatmono mendukung sepenuhnya karena saat ini belum ada universitas yang menampung 11.000-an lulusan SMA di Karanganyar. Sehingga dengan keberadaan UMJT Karanganyar itu menjadi salah satu alternatif tempat bagi lulusan SMA Karanganyar yang ingin kuliah.

Hal senada juga dikemukakan Ketua DPRD Bagus Selo yang juga sepenuhnya mendukung agar SDM Karanganyar semakin baik. Dan tentu dia berharap UMJT mematok biaya kuliah yang terjangkau sehingga makin banyak anak Karanganyar yang sekolah dan kuliah karena sudag ada UMJT.(joko dh)

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Terkini

Jateng Borong Penghargaan Proklim 2021 dari KLHK

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:04 WIB

Berkunjung Ke Candi Prambanan Wisatawan Dapat Sarapan

Senin, 18 Oktober 2021 | 16:43 WIB

Ganjar Semangati Kafilah Jateng di Pondok Kafilah

Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:45 WIB
X