• Minggu, 17 Oktober 2021

48.000 Orang Meninggal Dunia Usai Divaksin, Kominfo: Hoaks!

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:26 WIB
48.000 Orang Meninggal Usai Divaksin, Kominfo: Hoak! (IST)
48.000 Orang Meninggal Usai Divaksin, Kominfo: Hoak! (IST)

SMOL.ID - Dunia maya dihebohkan soal kabar sebanyak 48.000 orang meninggal dunia setelah divaksin Covid-19.

Sebuah tangkapan layar berbahaya Inggris itu menyebutkan 48.000 orang yang meninggal setelah 14 hari mendapatkan vaksin.

Data yang diunggah diklaim diambil dari Medicare Tracking System. Namun, saat ditelusuri data dari informasi yang beredar tersebut tidak berdasar.

Baca Juga: Jadi Presiden Klub West Bandits Solo, Gading Marten Usung Konsep Layaknya NBA
Mengutip kominfo.go.id tidak ditemukan adanya situs atau basis data yang disebut dengan Medicare Tracking System.

Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS) sebagai pihak yang dicatut menegaskan sejauh ini pihaknya tidak memiliki Medicare Tracking System.

Data CMS memang menampilkan data “Rumah Perawatan Covid-19” dan “Kasus Rawat Inap Medicare Covid-19”, tetapi tidak ada data tentang kematian setelah vaksinasi.

Baca Juga: Berantas Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp7,3 M

Juru bicara CMS menyebut data 48.000 itu tidak akurat.

Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam situsnya menyebut, Sistem Pelaporan Kejadian Buruk Vaksin (VAERS) menerima 8.390 laporan kematian atau sebesar 0,0021 persen dari jumlah orang yang divaksinasi Covid-19 antara 14 Desember 2019 hingga 4 Oktober 2021.***

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

DPR Mengapresiasi Pemerintah Memberantas Pinjol

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:10 WIB
X