• Minggu, 17 Oktober 2021

Tingkatkan Produktivitas Daerah, Kabupaten Pati Kembangkan Kawasan Industri Hasil Tembakau

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:12 WIB

SMOL.ID - Untuk meningkatkan produktivitas daerah, di Kabupaten Pati dikembangkan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT).

"Produktivitas ini dapat terwujud dengan pemanfaatan lahan khususnya untuk industri tembakau yang ada di daerah Kabupaten Pati", ujar Bupati Pati Haryanto dalam pidatonya di acara Sosialisasi Pengembangan KIHT di Hotel Pati, Selasa (12/10).

Meskipun Pati ini bukan sebagai penghasil tembakau yang tinggi, namun menurut Haryanto, ada beberapa wilayah di Pati, yang merupakan penghasil komoditas tersebut, diantaranya Batangan, Kuniran, Jaken, Sukolilo, dan Pucakwangi.

"Untuk pertanian tembakau sendiri ternyata menjanjikan, bisa panen 9 kali dalam setahun. Selain itu juga jarang sekali ada gangguan hama dalam pembudidayaan tembakau", tambahnya.

Baca Juga: Tuntut Kenaikan Gaji dan Jam Istirahat, Kru Film dan TV Hollywood Ancam Mogok Kerja Besar-besaran

Dari tahun ke tahun, diakui Bupati, Pemkab Pati mendapatkan support dari dana cukai yang ada.

"Di tahun 2018 nilainya kecil kemudian pada 2019 juga kecil, tapi di tahun 2020-2021 ini lumayan meningkat", terangnya.

Penggunaan Pemantauan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dapat digunakan untuk peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

"Penggunaannya bahkan diprioritaskan untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional paling sedikit 50% dari alokasi DBHCHT yang diterima setiap daerah," ungkapnya.

Diakui Haryanto, dana cukai pun sangat membantu Pemkab Pati. "Lebih-lebih di tahun 2020 dan 2021. Saat pandemi Covid-19, dana cukai diarahkan untuk tiga penggunaan, yakni di bidang kesehatan dialokasikan senilai Rp 3 Milyar, kemudian untuk bidang kesejahteraan masyarakat sekitar Rp 6 Milyar, dipakai untuk pemulihan ekonomi. Lalu ada pula bidang penegakan hukum yang mendapat alokasi sebesar Rp 2 milyar", paparnya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kopi Rempah dan Jejak Soekarno di Kesultanan Ternate

Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:58 WIB
X