• Sabtu, 2 Juli 2022

Bareskrim Tangkap 10 Buronan Kejahatan Perdagangan Orang dan Penipuan Jasa Umrah

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:14 WIB
Bareskrim Tangkap 10 Buronan Kejahatan Perdagangan Orang dan Penipuan Jasa Umrah (Ilustrasi Antara)
Bareskrim Tangkap 10 Buronan Kejahatan Perdagangan Orang dan Penipuan Jasa Umrah (Ilustrasi Antara)

SMOL.ID - Bareskrim Polri berhasil menangkap 10 buronan yang tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) dari kejahatan perdagangan orang hingga penipuan jemaah umrah.

Penangkapan itu dilakukan Bareskrim Polri hanya dalam waktu dua bulan yakni September dan Oktober 2021.

Direktur Dittipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menjelaskan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menangkap 10 orang buronan yang terlibat sejumlah kasus, di antaranya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penipuan calon jamaah  dan umrah.

Baca Juga: 'Smackdown' Demonstran, Anggota DPR Minta Polisi Jangan Represif!

"Iya tim menangkap 10 orang DPO atau buronan periode September-Oktober 2021," kata , saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021.

Brigjen Andi menyebutkan, buronan yang ditangkap atas kasus TPPO ada tiga orang, yakni Mahzum Nasser, Hj Tati, dan Hj Yunan. Ketiganya ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Ketiganya masuk daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/0172/III/BRK, tanggal 16 Maret 2021.

Ia menjelaskan, tersangka Mahzum Nasser ditangkap di Prum Nusa Indah Blok U Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor pada 16 September 2021. Hj Tati ditangkap di rumahnya di Jalan Kelapa Nias II Blok Pb3, Kelapa Gadung, Jakarta Timur pada 29 September 2021. Sedangkan Hj Yunan ditangkap di Kampung Cikadang, Desa Karang, Cianjur, Jawa Barat, pada 8 Oktober 2021.

Selanjutnya, kata Brigjen Andi, buronan yang berhasil ditangkap M Akbaruddin merupakan tersangka kasus penipuan calon jamaah haji dengan korban mencapai 2.705 orang.

Baca Juga: Bikin Heboh Kabur dari Karantina, Rachel Vennya Minta Maaf

"Modusnya, para korban dijanjikan untuk berangkat umrah dengan tambahan biaya Rp5 juta," katanya.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

X