• Rabu, 1 Desember 2021

Jangan Fokus Pada Lebelnya, Tapi Harus Bisa Memanfaatkan Teknologinya

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:12 WIB
Haryadi Suyuti (tengah) didampingi Alwis Rustam (kiri) menutup Rapat Kerja Teknik Apeksi.
Haryadi Suyuti (tengah) didampingi Alwis Rustam (kiri) menutup Rapat Kerja Teknik Apeksi.


SMOL.ID - Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, berpesan, kepada para Walikota anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) agar jangan terlalu memfokuskan pada infrastuktur atau label kotanya sebagai smart city.

Sebab, menurut dia, yang lebih utama dari konsep smart city adalah tersambungnya pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan itu kepada wartawan usai menutup Rapat Kerja Teknik Apeksi yang digelar selama tiga hari di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta, ditutup, Jumat, 15 Oktober 2021.

Baca Juga: Indonesia Dilarang Kibarkan Bendera Merah Putih dan Lagu Kebangsaan saat MotoGP Digeber di Mandalika


"Jadi Walikota tidak usah pusing-pusing dengan infrastukturnya. Smart city itu sederhana, yaitu menyambungkan keempat pilar penopangnya, pemerintah, swasta, masyarakat dan ASN/birokrasi," ujar Walikota Yogyakarta yang menjabat untuk periode yang kedua kalinya.

Haryadi Suyuti (tengah) didampingi Alwis Rustam (kiri) usai penyerahan penghargaan bagi stan expo terbaik. (Foto : Smol.id/dok)

Oleh karena itu, agar konsep smart city membawa dampak positif lebih besar, diperlukan peningkatan kualitas pemanfaatan teknologi informasi dan komuniksi oleh keempat pilar penopang tadi.

"Smart city bukan apa tapi siapa yang menjalankannya. Jadi bukan hanya label smart city saja, tapi antara pemerintah, masyarakat, swata dan ASN betul-betul terhubung untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sementara Alwis Rustam, selaku Direktur Eksekutif Apeksi sekaligus Sekretaris Dewan Pengurus Apeksi menjawab pertanyaan wartawan mengatakan, hasil Rapat Kerja Teknik Apeksi para Walikota sepakat, smart city (kota pintar) jangan hanya sebatas platform atau teknologinya semata, tetapi yang lebih utama terbentuknya ekosistem smart city dalam kota tersebut.

"Ekosistem yang dimaksud adalah masyarakatnya siap, birokrasinya siap dalam memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat," ujar Alwis Rustam.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Terkini

BKD Undi Gebyar Hadiah PBB P2 Kabupaten Sukoharjo 2021

Selasa, 30 November 2021 | 10:06 WIB

Pemkot Surakarta Sosialisasikan PPKM Level 3

Senin, 29 November 2021 | 20:49 WIB

Tantangan MUI Bersikap Proporsional

Minggu, 28 November 2021 | 21:58 WIB
X