• Rabu, 19 Januari 2022

Perkembangan Teknologi Mempengaruhi Perilaku dan Budaya Masyarakat

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 13:31 WIB
Suasana seminar virtual. (Smol.id/dok)
Suasana seminar virtual. (Smol.id/dok)

SMOL.ID - Perkembangan teknologi mempengaruhi perilaku dan budaya masyarakat. Seperti, teknologi informasi membuat peluang manusia semakin sedikit bergerak.

''Sehingga pekerjaan cukup dilakukan di depan komputer. Pikiran yang bekerja,” ujar Sukamta, anggota Komisi I DPR RI pada Seminar IKP Kominfo RI bertema Eksistensi Olahraga pada Era Digital dan Pandemi Covid 19, Jumat (15/10).

Lebih lanjut anggota Fraksi PKS ini mengatakan, pada situasi seperti ini otaknya berkembang namun badan mengkerut karena yang berolah hanya otaknya sementara badannya dimanjakan dengan duduk sambil ngopi.

Baca Juga: Media Prancis Soroti Suara Azan di Indonesia, Kemenag: Itu Panggilan Shalat dan Kegairahan Beragama

“Yang terjadi saat ini semakin maju teknologi orang semakin malas gerak. Mager menjadi kosa kata baru, muncul sekitar tiga-empat tahun terakhir ini,” ujarnya.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada 2016 pernah melansir hasil survei tren global remaja. Bahwa 1,6 juta pelajar dari 106 negara diketahui 81 persennya tidak melakukan aktivitas fisik setidaknya satu jam sehari.

“Bayangkan anak muda dalam satu hari bergerak kurang dari satu jam. Fungsi fisik tidak berkembang maksimal. Dalam survei ini mager rata-rata larinya ke gadget,” kata dia. Hal ini disebabkan anak-anak muda bahkan anak-anak sudah bermain handphone.

Tidak diketahui pasti obesitas itu disebabkan kecanduan gadget atau malas gerak, karena gadget. “Seperti telur dengan ayam, yang jelas ada korelasinya dengan gadget, apalagi ngemil sambil main gadget,” jelas Sukamta.

Baca Juga: Link Live Streaming Liga Inggris Besok 17 Oktober 2021: Everton vs West Ham

Obesitas secara otomatis mempercepat munculnya penyakit degeneratif pada usia relatif muda. Negara-negara seperti Vietnam, Kamboja, India mengalami problem serupa. Di Indonesia, lanjut dia, obesitas angkanya meningkat dua kali dan dianggap mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, anggota legislatif hobi bersepeda itu mengajak anak-anak muda gemar berolahraga. Perlu diingat, manfaat olahraga tidak untuk memperpanjang usia karena umur seseorang sudah ditakdirka oleh Allah SWT.

''Olahraga adalah bentuk rasa syukur kita menjaga fisik. Semua nikmat Tuhan harus disyukuri,” kata dia.

Kemudian Doktor Teknik Kimia lulusan Inggris ini mencontohkan, di London hampir semua jalan protokol terdapat jalur sepeda. “Di sini buat jalan sepeda diprotes,” katanya dengan nada tanya.

Direktur Tata Kelola Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Hasyim Gautama, menyampaikan pada masa pandemi seperti saat ini menjaga kebugaran tubuh sangat penting, bisa berupa senam ringan, jalan kaki atau olahraga yang sifatnya untuk senang-senang. (Rangga Permana).***

Halaman:
1
2

Editor: Salman Al Farisi

Terkini

X