• Minggu, 5 Desember 2021

BMKG Bantah Kabar Indonesia Bakal Diterjang Gelombang Panas Suhu 40 Derajat Celsius

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:25 WIB
BMKG Bantah Kabar Indonesia Bakal Diterjang Gelombang Panas Suhu 40 Derajat Celsius (Ilustrasi Antara)
BMKG Bantah Kabar Indonesia Bakal Diterjang Gelombang Panas Suhu 40 Derajat Celsius (Ilustrasi Antara)


SMOL.ID - Indonesia dikabarkan akan diterjang gelombang panas dengan suhu mencapai 40 derajat celsius. Masyarakat diimbau menghindari minum es atau air dingin saat gelombang panas nanti terjadi.

Menanggapai kabar itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menepis kabar itu dan menyebutnya sebagai kabar bohong atau hoaks.

"Berita yang beredar ini tentu tidak tepat dan tidak benar atau hoaks, karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas," ujar Pelaksana tugas Deputi Bidang Klimatologi Urip Haryoko dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Baca Juga: Mobil Listrik Ini Siap Antar Anda Keliling Destinasi Wisata Kota Solo


Urip menerangkan gelombang panas hanya akan terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sedangkan Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas tidak biasa yang berlangsung lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara tinggi.

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya lima derajat Celcius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, serta setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut.

"Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Muba Anak Alex Noerdin Terjaring OTT KPK, Segini Harta Kekayaannya

Ia menambahkan gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari.
Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Terkini

X