• Minggu, 5 Desember 2021

500 Anggota Pemuda Pancasila Peduli UMKM, Jajan di Alun-alun Karanganyar

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:06 WIB
Anggota Pemuda Pancasila jajan bersama di Alun-alun Karanganyar..
Anggota Pemuda Pancasila jajan bersama di Alun-alun Karanganyar..


SMOL.ID - Sebanyak 500-an anggota Pemuda Pancasila Karanganyar melakukan aksi jajan bareng di pusat kuliner Alun-alun Karanganyar. Berbekal uang antara Rp 30.000 – Rp 40.000 mereka membeli makanan yang dijajakan pedagang yang mulai memenuhi tempat itu saat Karanganyar mulai masuk level II.

‘’Mumpung sudah level II saya ajak mereka agar meramaikan pusat jajan dan kuliner di situ, sebagai bentuk peduli kita karena mereka masih mengeluhkan sepinya pembeli setelah PPKM lalu. Karena itu kami ingin membagi kebersamaan jajan di warung mereka,’’ kata Ketua MPC Pemuda Pancasila, Disa Ageng Aliven, Sabtu petang (16/10).

Secara serentak anggota yang dibagi berkelompok-kelompok itu menyebar. Ada yang beli di warung sea food Lamongan, ada yng beli cilok, ada yang beli jajanan bakso bakar, dan lainnya. Seakan berpesta mereka beli walau hanya sejumlah uang Yang mereka punya.

Disa hanya berpesan, agar kalau punya, uang yang mereka miliki ditambahi sehingga jajanan yang mereka beli semakin banyak dan pedagang pun bisa meraup untung lumayan malam itu. Sebab meski tidak seberapa tapi bagi pedagang sangat berarti.

Kegiatan itu sebetulnya tercipta spontan saja, kebetulan banyak anggota yang berkumpul karena sebentar lagi hari lahir PP dan akan ada kegiatan apel akbar. Karena itu Disa mengajak mereka untuk meramaikan jajan di Alun-alun itu.

‘’Kalau saya umumkan semua anggota bisa lebih dari 5.000-an anggota yang datang. Lha ini spontan saja, anggota yang ada diajak. Sebab keluhan pedagang walau sudah mulai ramai, namun belum seperti sebelum pandemi, sepi.’’ Kata dia.

Dan ternyata memang betul. Alun-alun mulai ramai, yuang jualan makin bnyak, yang beli masih takut-takut. Ditambah lagi pemkab Karanganyar masih belum membolehkan buka secara resmi pasar kaget tersebut. Sehingga warga masih takut-takut.

Belum lagi jika Satpol PP operasi penertiban, walau sementara Satpol PP hanya mengedukasi agar warga tetap prokes agar tidak jadi klaster baru.

Disa mengatakan, ini hanya kegiatan berisi pesan moral saja pada masyarakat agar diikuti semua warga ikut meramaikan membeli dagangan mereka. Jika itu dilakukan semua ormas, orpem, dan lainnya maka ekonomi akan bangkit.

Anggota Ko,isi VIII Paryono yang ikut bergabung dengan anggota PP itu mengatakan, gerakan moral ini sangat baik, sebab jika warga bisa membeli dan tidak takut mobilitas mereka kembali seperti dulu, ekonomi akan bergerak, tumbuh.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ganjar: Mari Saling Menguatkan

Minggu, 5 Desember 2021 | 09:48 WIB

Sukses Bisnis Gethuk Semar, Samsul Bahri Rambah Resto

Sabtu, 4 Desember 2021 | 13:32 WIB

Sebuah Bus Terbakar di Jalan Tol Semarang-Solo

Sabtu, 4 Desember 2021 | 13:23 WIB
X