• Minggu, 23 Januari 2022

Pembukaan STQH Nasional XXVI Meriah, Menag Ajak Warga Amalkan Islam Ramah dan Damai

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:43 WIB
Menag Gus Yaqut Cholil Qoumas mewakili Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, Ketua Umum LPTQ yang juga Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dan Raja Kesultanan Tidore memukul tifa alat music tradisional bersama-sama menandai pembukaan STQH Nasional XXVI di halaman Masjid Raya Shaful Khairat, Kota Sofifi, Maluku Utara (Malut), Sabtu (16/10/21) malam.
Menag Gus Yaqut Cholil Qoumas mewakili Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, Ketua Umum LPTQ yang juga Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dan Raja Kesultanan Tidore memukul tifa alat music tradisional bersama-sama menandai pembukaan STQH Nasional XXVI di halaman Masjid Raya Shaful Khairat, Kota Sofifi, Maluku Utara (Malut), Sabtu (16/10/21) malam.

SMOL.ID - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVI di halaman Masjid Raya Shaful Khairat, Kota Sofifi, Maluku Utara (Malut), Sabtu (16/10) malam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa, alat musiktradisional khas Ternate  secara bersama-secara oleh Menag  Gus Yaqut, Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, Ketua Umum LPTQ yang juga Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dan Raja Kesultanan Tidore.

Halaman Masjid Raya yang baru saja diresmikan penggunaanya malam itu bermandikan cahaya dengan lantunan syahdu ayat suci Al-Qur’an.

Baca Juga: Informasi Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 di Sleman 18,19, dan 21 Oktober 2021

Dalam sambutannya, Menag Gus Yaqut mengatakan STQH merupakan sarana mewujudkan Islam yang ramah untuk semua umat manusia.

"STQH Nasional ke-26 merupakan upaya mengenalkan Islam moderat, mendekatkan Al-Qur'an kepada masyarakat, dan menggali makna holistik dalam kehidupan," katanya.

Menurut putra Almaghfurlah KHM Cholil Bisri itu STQH yang diselenggarakan di Sofifi, Maluku Utara, memiliki makna yang sangat strategis. Selain syarat akan sejarah panjang yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal, Maluku Utara adalah wilayah kesultanan Islam yang memiliki peradaban tinggi dalam mengembangkan Islam rahmatan lil alamin.

"Saya berharap penyelenggaraan STQH Nasional di Maluku Utara ini dapat merawat dan membumikan spirit Islam ramah dan damai melalui spirit membumikan Al-Qur’an yang terus dan berkelanjutan. Karena Al-Qur’an adalah pusat energi yang tidak hanya menggerakkan, tetapi juga merawat Islam terus berperan dalam mewarnai keragaman Nusantara," kata Gus Yaqut.

Menag menginginkan STQH Nasional menjadi langkah untuk mengenalkan keberislaman yang moderat kepada generasi muda, dengan mendekatkan Al-Qur’an kepada masyarakat luas, dan menggali makna holistiknya untuk dijadikan spirit berbangsa dan bernegara.

"Para insan yang terlibat dalam STQH adalah insan-insan dengan dedikasi terbaik bangsa. Spirit Al-Qur’an telah mendorong para insan Qur’ani untuk bahu membahu mendidik dan melahirkan generasi Islam yang moderat," tegasnya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Salam Pancasila Sebagai Salam Kebangsaan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:16 WIB

Jokowi Soroti Kasus Investasi Bodong Makin Marak

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:50 WIB
X