• Minggu, 23 Januari 2022

PPKM DIY Turun Level 2, EO Senyum Lega

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:47 WIB
Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kemenparekraf, Hafiz Agung Rifai dan Direktur Program ArtJog, Gading Narendrapaksi dan Anas Syahrul Alimi, Chief Executif Officer Prambanan Jazz Festival pada Press Conference Cerita Protokol CHSE Event, di Kejawa Resto, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)
Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kemenparekraf, Hafiz Agung Rifai dan Direktur Program ArtJog, Gading Narendrapaksi dan Anas Syahrul Alimi, Chief Executif Officer Prambanan Jazz Festival pada Press Conference Cerita Protokol CHSE Event, di Kejawa Resto, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto : Smol.id/Rangga Permana)


SMOL.ID - Akhirnya segenap Even Organizer (EO) di Yogyakarta dan sekitarnya, bisa sedikit tersenyum lega. Setelah diturunkannya tingkat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) DIY dari level 3 turun menjadi level 2.

Dengan demikian, para pelaku seni dan EO pertunjukkan bisa kembali menggelar even asal tetap mentaati dan mematuhi protokol kesehatan agar pelaksanaan even tersebut bisa berjalan lancar, nyaman dan aman bagi semuanya.

Untuk mensukseskan gelaran tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan panduan bagi penyelenggara even termasuk syarat yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Resmikan Gedung Menara USM, Mahfud MD Berharap Bisa Bangun SDM Unggul dalam Keilmuan dan Karakter

''Jujur kami senang, akhirnya PPKM DIY turun level 2. Artinya, kegiatan seni dan budaya agak sedikit longgar,'' ujar Anas Syahrul Alimi, Chief Executif Officer Prambanan Jazz Festival pada Press Conference Cerita Protokol CHSE Event, di Kejawa Resto, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis, 21 Oktober 2021.

Turut hadir Hafiz Agung Rifai, Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kemenparekraf serta Direktur Program ArtJog, Gading Narendrapaksi. Acara yang digelar santai, namun serius itu berlangsung dinamis karena muncul berbagai pertanyaan yang cukup mengelitik. Misalnya, soal kerugian akibat pandemi Covid-19 dan banyak lagi lainnya.

“Kami menyadari pandemi Covid-19 telah membawa dampak buruk bagi even seni dan budaya. Sehingga banyak even yang batal digelar, termasuk yang diselenggarakan di Yogyakarta dan sekitarnya,'' timpal Hafiz Agung Rifai.

Gading Narendrapaksi, Direktur ArtJog menerima kenang-kenangan dari Kepala Subdirektorat Promosi Penyelenggara Kegiatan (Even) Kemenparekraf, Hafiz Agung Rifai. (Foto : Smol.id/Rangga Permana).

Karena itu, pihaknya secara bersama dengan pihak terkait menyusun panduan penyelenggaraan even di masa pandemi Covid, agar semua bisa berlangsung aman dan nyaman bagi semuanya,” tambah Kepala Subdirektorat Promosi Penyelenggara Kegiatan (Even) Kemenparekraf Hafiz Agung.

Lebih lanjut Hafiz menjelaskan, setelah turunnya level PPKM di DIY, sejumlah penyelenggara even tingkat nasional di Yogyakarta telah mangajukan ijin rekomendasi ke pihaknya.

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Artikel Terkait

Terkini

X