• Minggu, 23 Januari 2022

Yaqut Cholil Sebut Kementerian Agama Hadiah Negara untuk NU, F-PAN Protes

- Senin, 25 Oktober 2021 | 11:37 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil  (Foto Antara)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil (Foto Antara)

SMOL.ID - Pernyatan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil yang menyebut Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU), bukan umat Islam secara umum, menuai protes dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay menolak pertanyaan itu, dan dengan tegas mengatakan, menilai Kementerian Agama adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan dimiliki salah satu organisasi saja.

Dia mengaku tidak setuju dengan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang menyebutkan bahwa Kemenag merupakan hadiah NU tersebut.

"Karena itu, klaim-klaim seperti itu (pernyataan Menag) harus dihentikan agar semua pihak merasa nyaman dan tidak terganggu. Harus dipastikan bahwa kementerian agama adalah milik semua rakyat Indonesia," kata Saleh di Jakarta, Senin, 25 Oktober 2021.

Baca Juga: Resmi! Ivan Yustivandana Jadi Ketua PPATK Masa Jabatan 2021-2026

Saleh menilai pernyataan Menag tidak memiliki landasan historis yang benar dan dapat menimbulkan sikap eksklusivitas di masyarakat.

Selain itu, dikhawatirkan akan mendorong munculnya sekelompok orang tertentu yang merasa lebih hebat dari kelompok lainnya.

"Kalau disebut hadiah bagi NU, terkesan bahwa Gus Yaqut ingin mengatakan bahwa Kementerian Agama hanya milik NU saja. Kelompok lain hanya pelengkap dan bagian yang diatur, tidak memiliki peran dan partisipasi apa pun dalam konteks membangun kehidupan umat beragama di Indonesia," ujarnya.

Menurut Saleh, faktanya ada banyak ormas dan elemen umat Islam yang sama-sama ikut berjuang untuk kemerdekaan dan persatuan Indonesia.

Semua kelompok di Indonesia sama di mata hukum dan pemerintahan, termasuk seluruh umat beragama yang ada di Indonesia adalah bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dengan sejarah Indonesia.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Salam Pancasila Sebagai Salam Kebangsaan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:16 WIB

Jokowi Soroti Kasus Investasi Bodong Makin Marak

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:50 WIB
X