• Senin, 24 Januari 2022

Muka Mahasiswa UNS yang Meninggal Saat Diklat Menwa Memar Terluka dan Hidung Mengeluarkan Darah

- Senin, 25 Oktober 2021 | 15:56 WIB
Suasana rumah duka yang sudah penuh pelayat.
Suasana rumah duka yang sudah penuh pelayat.

SMOL.ID – Gilang Andy Saputra, mahasiswa UNS yang meninggal saat mengikuti Diklatsar Menwa UNS diketahui luka lebam di bagian muka, lengan dan pinggangnya. Hidungnya tampak mengeluarkan darah yang sudah mengering.

Mulyati, nenek korban mengaku shock melihat kondisi cucunya. Sekitar pukul 01.30 dua mahasiswa memang datang ke rumah, setelah itu keluarga diajak ke Solo. Baru di tengah perjalanan diberi tahu jika Gilang sudah meninggal saat mengikuti Diklatsar.

Kontan keluarga kaget dan shock berat. Jenazah sempat dibawa pulang. Saat itu ditutup kain, dan oleh keluarga karena ingin memastikan itu jenazah Gilang dan ingin melihatnya terakhir kali kemudian dibuka.

Baca Juga: Program Kartu Prakerja Gelombang ke 22 Resmi Dibuka, Begini Cara Pendaftarannya

‘’Saat itu kami tidak lagi melihat jenazahnya seperti wajah gilang. Mukanya penuh luka lebam, dan ada darah mengalir. Kasihan sekali cucu saya. Karena kondisinya penuh luka keluarganya malah menyarankan membawa kembali mayat Gilang untuk diautopsi di RS Muwardi,’’ kata Mulyati, Senin (25/10).

Sementara keluarga yang lain melaporkan masalah itu ke Polresta Surakarta sebagaimana saran polisi Karanganyar. Polisi pun mendukung dan menyarankan agar jenazah diautopsi sebab itu akan menguak kenapa Gilang meninggal.

Sementara autopsi sejak jam 13.00 sudah selesai dilakukan. Dan kini jenazahnya dibawa kemballi ke rumah duka dan rencananya akan langsung dimakamkan di pemakaman Desa Dayu Karangpandan. Pelayat sudah banyak berdatangan sejak siang setelah kabar tentang Gilang meninggal diketahui warga.

Kapolresta Surakarta Kombespol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, jenazah meninggal sekitar pukul 22.00 lalu dan ketika itu petugas polisi Surakarta langsung melakukan koordinasi dengan Wakil Rektor III dan panitia, Setelah itu jenazah sempat dibawa ke rumah duka.

Baca Juga: 15 Link Twibbon Untuk Rayakan Sumpah Pemuda, Download dan Gunakan

Dan atas saran polisi dari Satreskrim Polresta diminta untuk melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian jenazah dan keluarga setuju sehingga jenazah dibawa kembali ke instalasi autopsi RS Muwardi di Tiortomoyo. Dan jam 13.00 autopsi dimulai sampai bakda Ashar.

Tentang hasilnya, Ade mengatakan masih belum keluar dan nanti masih akan dipelajari oleh Satreskrim. Polresta sudah membentuk tim untuk menelusuri dan memulai penyidikan kasus kematian tersebut, adakah dugaan penganiayaan dan kemungkinan lain yang terjadi.

Ade Safrri sudah dua kali ini menangani kasus kematian akibat Diklatsar ini. Dulu kasus terjadi di Tawangmangu saat Mapala UII Yogyakarta melakukan Diklatsar. dan kini UNS saat Diklatsar Menwa juga terjadi kasus peserta meninggal.(joko dh)***

Halaman:
1
2

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kader PDIP Karanganyar Tanam Pohon Petai

Minggu, 23 Januari 2022 | 20:04 WIB

Bahasa Jawa Kurang Mendapat Perhatian

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:40 WIB
X