• Kamis, 27 Januari 2022

'Rice Box PSI' Berujung Keracunan Puluhan Warga Koja, Polisi Tes Sampe Makanan

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:05 WIB
Program Rice Box PSI berujung musibah (Ilustrasi/IST)
Program Rice Box PSI berujung musibah (Ilustrasi/IST)

SMOL.ID - Niat baik kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membagikan nasi kotak untuk warga dalam program "Rice Box PSI" berujung musibah.

Puluhan warga kampung Beting, Koja, Jakarta Utara keracunan setelah makan nasi kotak yang dibagikan tersebut.

Ketua DPD PSI Jakarta Utara Darma Utama meminta maaf atas insiden dugaan keracunan makanan. Dia berjanji memberikan santunan pada korban dugaan keracunan.

Darma mengatakan, makanan siap saji itu bagian dari program "Rice Box PSI" yang sudah digelar sejak April 2021.

Sampai hari ini, kata dia, sudah dibagikan lebih dari 300 ribu di seluruh Indonesia. Selama ini, sama sekali tidak ada masalah.

Baca Juga: Kabar Duka, Mensesneg Era SBY Sudi Silalahi Tutup Usia

"Kejadian seperti di Kampung Beting itu adalah yang pertama kali,” kata Darma, Senin, 25 Oktober 2021.

Program "Rice Box PSI"melibatkan warung-warung makanan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner yang juga terdampak pandemi, sebagai penyedia atau pemasok.

"Jadi PSI tidak membuat makanan. Kami membagikan dan menghimpun dukungan program ini dari publik," kata Darma.

Darma menambahkan, esensi "Rice Box PSI" adalah mendukung UMKM yang terdampak pandemi agar ekonomi kerakyatan semakin menggeliat.

Pihaknya telah melakukan penyelidikan internal supaya kasus seperti ini tidak terulang. "Kami tetap berpikir positif bahwa ini murni kelalaian semata tanpa unsur kesengajaan. Kami menunggu proses penyelidikan berlangsung," katanya.

PSI juga telah memberikan santunan kepada 29 orang yang menjadi korban.

Pada kesempatan berbeda, pemilik warung, Lidya, juga telah meminta maaf atas kejadian keracunan makanan di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara. Selama ini ia sudah menjaga agar makanan aman dikonsumsi.

Baca Juga: Per 1 November 2021, Thailand Longgarkan Izin Wisatawan dari 46 Negara: 'Bisa Masuk Tanpa Karantina'

Dia sudah bekerjasama dengan PSI menyediakan makanan untuk program "Rice Box PSI" sejak Agustus lalu dan sudah memasak untuk lebih 1.000 kotak nasi.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini murni kesalahan saya,” kata Lidya.

Lidya berterima kasih kepada PSI karena program tersebut telah membantu usaha kulinernya bisa tetap bertahan di tengah pandemi ini.

Sementara itu, pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab warga keracunan.
Kapolsek Koja Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Rasyid mengatakan, sampel nasi kotak berisi sayur buncis, telur dan tempe orek tersebut dikirimkan ke laboratorium Polri di wilayah Sentul, Bogor, Jawa Barat, sebagai bagian dari penyelidikan awal.

"Jadi kita belum melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Nanti dari hasil laboratorium kan ketahuan, misalnya, nasinya ada racunnya kah?Jenis apa? Racun apa?," kata Rasyid.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan uji sampel nasi kotak dari laboratorium paling cepat keluar malam ini (kemarin( Oleh karena itu sembari menunggu hasil uji lab keluar, anggota Polsek Koja sedang melakukan pendataan terhadap para saksi yang nantinya menjalani pemeriksaan.

Dalam peristiwa itu, terdapat 35 warga Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara mengalami mual dan muntah, diduga setelah mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan PSI Jakarta Utara.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X