• Selasa, 5 Juli 2022

49 Permukiman Warga dan Objek Wisata Sendang Dewot di Kudus Diterjang Banjir Bandang

- Rabu, 3 November 2021 | 16:00 WIB
Relawan BPBD Kudus, Jawa Tengah, saat melakukan pembersihan kawasan wisata dari genangan lumpur akibat banjir bandang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.  ((ANTARA/HO-BPBD Kudus))
Relawan BPBD Kudus, Jawa Tengah, saat melakukan pembersihan kawasan wisata dari genangan lumpur akibat banjir bandang di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. ((ANTARA/HO-BPBD Kudus))

SMOL.ID - Sedikitnya 49 rumah warga desa Wonosoco, Kudus, Jawa Tengah, rusak diterjang banjir bandang. Banjir bandang terjadi diduga akibat guyuran hujan deras tanpa henti diperparah dengan kondisi hutan di Pegunungan Kendeng yang sudah gundul.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, hutan di Pegunungan Kendeng saat ini sudah gundul. Sehingga ketika curah hujan tinggi, air tidak terserap ke tanah dengan maksimal sehingga menyebabkan banjir bandang.

"Kami sudah mengeceknya langsung kawasan Pegunungan Kendeng dengan melihatnya langsung dari udara. Dari atas memang terlihat gundul, sehingga wajar curah hujan tinggi menyebabkan banjir bandang karena airnya tidak terserap ke tanah, melainkan langsung turun ke aliran sungai setempat," ujarnya Hartopo, di Kudus, Rabu, 3 November 2021.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Sopir yang Tewas Sebagai Tersangka Kecelakaan Transjakarta

Selain mengakibatkan banjir bandang, dampak hutan gundul juga menyebabkan sedimentasi di sepanjang aliran sungai yang melintasi Desa Wonosoco.

Agar banjir bandang tidak terulang, pihaknya akan segera melakukan normalisasi sungai.

Saat ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Pati dan Grobogan karena kawasan Pegunungan Kendeng berada di lintas wilayah.

Menurut Hartopo, upaya paling konkret dengan melakukan penghijauan di kawasan tersebut dengan melibatkan banyak pihak.

Baca Juga: Akibat Hujan Lebat Seharian, Rumah Warga Grumbul Senthong Banyumas Tertimbun Longsor

"Pemkab Kudus juga akan menggandeng pihak swasta karena jika hanya mengandalkan pemerintah daerah, tentunya kesulitan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X