• Minggu, 28 November 2021

Polisi Gerebek Tempat Kos di Semarang Diduga Jadi Ajang Prostitusi, 4 PSK dan 1 Muncikari Diciduk

- Senin, 22 November 2021 | 16:53 WIB
Tersangka mucikari prostitusi daring dihadirkan saat pers rilis di Markas Polrestabes Semarang, Senin (22/11/2021).  (ANTARA/I.C. Senjaya)
Tersangka mucikari prostitusi daring dihadirkan saat pers rilis di Markas Polrestabes Semarang, Senin (22/11/2021). (ANTARA/I.C. Senjaya)

SMOL.ID - Sebuah tempat kos di kawasan Palapa, Gayamsari, Kota Semarang digerebek personel Polrestabes Semarang karena diduga dijadikan tempat transaksi protisusi daring 

Lima orang diciduk, terdiri dari empat wanita pekerja seks komersial (PSK) dan satu pria sebagai muncikari.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan, praktik
prostitusi di tempat kos berhasil diungkap setelah warga curiga karena kerap datang pasangan laki-laki dan perempuan dalam sebuah kamar.

Baca Juga: Sarang Prostitusi Daring Digerebek, Ini Penampakan 7 ABG Jadi PSK dan Muncikari

Setelah diselidiki, kemudian indekos itu digerebek. Saat penggerebekan polisi mendapati empat wanita diduga sebagai PSK dan satu orang diduga muncikari. Kelimanya digelandang ke mapolres untuk dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan, para PSK mengaku  menawarkan jasa esek-esek melalui muncikari Darwin Pratomo, 33 warga Kabupaten Kendal yang ngekos di kawasan Palapa tersebut. Darwin berperan sebagai muncikari yang mencari konsumen secara daring.

"Terdapat empat wanita yang jadi korban praktik prostitusi ini, salah satunya masih di bawah umur," katanya.

Baca Juga: Bos Muncikari Vernita Syabilla Divonis 4,5 Tahun Penjara

Dari hasil pemeriksaan tersangka, keempat perempuan yang menjadi korban prostitusi itu direkrut setelah melamar di lowongan kerja yang dipasang di media sosial. Para korban juga dipaksa oleh tersangka untuk tanda tangan surat perjanjian kerja.

Setiap tamu datang si muncikari mendapatkan setoran Rp200 ribu dari tiap tamu yang dilayani oleh para korban.

Halaman:

Editor: Lina Setiawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lely Purwandari: Anak Harus Memulihkan Diri Sendiri

Senin, 22 November 2021 | 18:56 WIB

Kota Semarang Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting

Senin, 22 November 2021 | 18:51 WIB

Menyongsong Satu Abad NU Lakpesdam Gelar Raker

Minggu, 21 November 2021 | 19:12 WIB

Sekolah Nasima Jalin Kerja Sama dengan Cambridge

Minggu, 21 November 2021 | 18:53 WIB

Jelang Nataru, Semarang Siap Terapkan PPKM Level 3

Sabtu, 20 November 2021 | 10:47 WIB
X