• Senin, 24 Januari 2022

Kota Semarang Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting

- Senin, 22 November 2021 | 18:51 WIB
Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting bagi Kader Muslimat NU se-Kota Semarang di Mabes NU Jalan Puspogiwang I no.47 Semarang, kemarin.
Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting bagi Kader Muslimat NU se-Kota Semarang di Mabes NU Jalan Puspogiwang I no.47 Semarang, kemarin.

Baca Juga: Kuatkan Iman, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ikuti Ratiban Bersama Pemuda Desa Nyatnyono
 
Siap Bersinergi
Wakil Ketua PC Muslimat NU Hj Umiyati Humas mengatakan pihaknya siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyukseskan program Bangga Kencana. ‘’Bahkan sampai ke tingkat ranting kami sudah membentuk tim solid Bangga Kencana,’’ kata Umiyati.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Dra Siti Maimunah mengatakan, jebijakan Keluarga Berencana (KB) bertujuan mengatur kehamilan yang diinginkan yaitu menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak.

Meningkatkan akses dan kualitas informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi.

Meningkatkan partisipasi dan kesertaan pria dalam praktek Keluarga Berencana dan mempromosikan penyusuan bayi sebagai upaya untuk menjarangkan jarak kehamilan.

Sedang untuk persiapan kehamilan yang harus dipahami yaitu kehamilan yang sehat terjadi di usia reproduktif (20-35 tahun).

Kecukupan gizi, kehamilan yang sehat adalah kehamilan yang terencana dan diinginkan (wanted pregancy).

‘’Untuk itu sangat penting menghindari kehamilan “4 Terlalu” yaitu hamil di usia tidak terlalu muda (<20 tahun), hamil di usia tidak terlalu tua (>35 tahun),
jarak kehamilan tidak terlalu dekat (<2 tahun) dan jumlah anak tidak terlalu banyak (>2 anak),’’ katanya.

Sedang Dra Hetty Hidayati MM Kepala Seksi Jaminan Pelayanan KB Disdalduk dan KB Kota Semarang menjelaskan, Penurunan stunting adalah mandat Perpres No. 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

‘’Menurut Perpres 72/2021 stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan,’’ kata Hetty.***

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Personel Polda Jateng Diswab PCR Antisipasi Omicron

Senin, 24 Januari 2022 | 20:55 WIB

Perjanjian Perkawinan Itu Penting, Mengapa?

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:25 WIB
X