• Selasa, 25 Januari 2022

Kota Semarang Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting

- Senin, 22 November 2021 | 18:51 WIB
Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting bagi Kader Muslimat NU se-Kota Semarang di Mabes NU Jalan Puspogiwang I no.47 Semarang, kemarin.
Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting bagi Kader Muslimat NU se-Kota Semarang di Mabes NU Jalan Puspogiwang I no.47 Semarang, kemarin.

SMOL.ID – Ibu-ibu Muslimat NU se-Kota Semarang, kemarin mendapat pembekalan Peningkatan Pemahaman Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting.

Wakil Ketua Pengurus Cabang Muslimat Hj Umiyati Humam menjelaskan, acara yang berlangsung di aula Markas Besar (Mabes) PCNU Jalan Puspogiwang I no.47 Semarang dibuka Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Pembekalan disampaikan Dra Siti Maimunah Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) dan Dra Hetty Hidayati MM Kepala Seksi Jaminan Pelayanan KB Disdalduk dan KB Kota Semarang.

Baca Juga: Polisi Gerebek Tempat Kos di Semarang Diduga Jadi Ajang Prostitusi, 4 PSK dan 1 Muncikari Diciduk

‘’Pembekalan tentang Kespro dan Stunting ini penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak terutama di lingkungan anggota Muslimat NU,’’ kata Umiyati Humam.

Wakil Wali Kota Ir Hevearita Gunaryanti Rahayu M.Sos ketika membuka pembekalan merasa bangga karena Muslimat NU telah menyiapkan kadernya dalam ikut berperanserta dalam pembangunan pemerintahan Kota Semarang.

‘’Buktinya ibu-ibu Muslimat NU sudah paham dan tahu program Pemerintah Kota Semarang Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana yang disingkat Bangga Kencana,’’ kata Mbak Ita, panggilan akrab Wakil Wali Kota Semarang itu.

Menurutnya pembekalan Bangga Kencana akan terus disampaikan kepada  warga masyarakat terutama tentang Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan Stunting. Pembekelan tersebut dipersiapkan dalam menghadapi bonus demografi.

‘’Menghadapi bonus demografi ini pemerintah harus siap dengan kuaalitas sumber daya manusia yang berkualitas. Dari pembekalan ini diharapkan stunting di Kota Semarang berkurang dan ditekan,’’ kata Mbak Ita.

Baca Juga: Kuatkan Iman, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Ikuti Ratiban Bersama Pemuda Desa Nyatnyono
 
Siap Bersinergi
Wakil Ketua PC Muslimat NU Hj Umiyati Humas mengatakan pihaknya siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyukseskan program Bangga Kencana. ‘’Bahkan sampai ke tingkat ranting kami sudah membentuk tim solid Bangga Kencana,’’ kata Umiyati.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Dra Siti Maimunah mengatakan, jebijakan Keluarga Berencana (KB) bertujuan mengatur kehamilan yang diinginkan yaitu menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak.

Meningkatkan akses dan kualitas informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi.

Meningkatkan partisipasi dan kesertaan pria dalam praktek Keluarga Berencana dan mempromosikan penyusuan bayi sebagai upaya untuk menjarangkan jarak kehamilan.

Sedang untuk persiapan kehamilan yang harus dipahami yaitu kehamilan yang sehat terjadi di usia reproduktif (20-35 tahun).

Kecukupan gizi, kehamilan yang sehat adalah kehamilan yang terencana dan diinginkan (wanted pregancy).

‘’Untuk itu sangat penting menghindari kehamilan “4 Terlalu” yaitu hamil di usia tidak terlalu muda (<20 tahun), hamil di usia tidak terlalu tua (>35 tahun),
jarak kehamilan tidak terlalu dekat (<2 tahun) dan jumlah anak tidak terlalu banyak (>2 anak),’’ katanya.

Sedang Dra Hetty Hidayati MM Kepala Seksi Jaminan Pelayanan KB Disdalduk dan KB Kota Semarang menjelaskan, Penurunan stunting adalah mandat Perpres No. 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

‘’Menurut Perpres 72/2021 stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan,’’ kata Hetty.***

Halaman:
1
2

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Personel Polda Jateng Diswab PCR Antisipasi Omicron

Senin, 24 Januari 2022 | 20:55 WIB

Perjanjian Perkawinan Itu Penting, Mengapa?

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:25 WIB
X