• Minggu, 5 Desember 2021

Tujuh Karya Budaya Bantul Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

- Kamis, 25 November 2021 | 15:42 WIB
Bupati Bantul Drs H Abdul Halim Muslih saat menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda di Kepatihan, Pemda DIY. (Foto : Smol.id/dok)
Bupati Bantul Drs H Abdul Halim Muslih saat menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda di Kepatihan, Pemda DIY. (Foto : Smol.id/dok)

SMOL.ID - Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, menetapkan tujuh karya budaya di Kabupaten Bantul sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan diterima Bupati Bantul, Drs H Abdul Halim Muslih di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Pemda DIY, Kamis, 25 November 2021.

Tujuh karya budaya di Kabupaten Bantul yang mendapatkan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda, adalah Mie Lethek, Kupatan Jolosutro, Pewarna Alami Yogyakarta, Sate Klatak, Cembengan Yogyakarta, Sholawat Maulid Jawi dan Nguras Enceh.

Baca Juga: Pemkab Bantul Beri Bantuan Warga Penyandang Disabilitas

Ketujuh karya budaya tersebut, setiap tahun selalu digelar sehingga di masyarakat produk budaya warga Bantul ini cukup dikenal baik di masyarakat Bantul maupun Yogyakarta dan sekitarnya.

Bahkan tidak sedikit Wisatawan Nusantara maupun Wisatawan Mancanegara, turut hadir hanya sekedar menyaksikan acara budaya tersebut. Misalnya, 'Nguras Enceh' di Makam Raja-raja Mataram Hastorenggo Imogiri Bantul dan banyak lagi lainnya.

Usai upacara penyerahan sertifikat Bupati Bantul, Drs H Abdul Halim Muslih mengatakan, dengan penetapan ini warisan budaya tak benda ini bisa lebih lestari karena terdokumentasi dengan baik dan para generasi mendatang dapat menelusurinya dengan mudah. (Rangga Permana).*

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMI Kota Semarang Galang Dompet Semeru

Minggu, 5 Desember 2021 | 14:12 WIB
X