• Sabtu, 22 Januari 2022

Gunung Merapi Keluarkan Asap Putih Cukup Tebal

- Jumat, 26 November 2021 | 22:19 WIB
Gunung Merapi Keluarkan Asap Putih Cukup Tebal (magma.esdm.go.id/)
Gunung Merapi Keluarkan Asap Putih Cukup Tebal (magma.esdm.go.id/)

SMOL.ID - Selama sepekan mulai dari hari Jumat (19/11) sampai hari Kamis (25/11) Gunung Merapi, mengeluarkan asap berwana putih dengan ketebalan tipis hingga sedang dan tekanan lemah.

“Untuk asap yang keluar hingga ketinggian 450 meter di atas puncak itu teramati dari Pis Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Kabupaten Magelang, Jumat seminggu lalu pukul 05.10 WIB,” ujar Hanik Humaida, Kepala BPPTKG Yogyakarta, Jumat, 26 November 2021.

Gunung Merapi yang mempunyai ketinggian 2.968 meter diatas permukaan laut tersebut, sejak hari Jumat (19/11) lalu teramati mengeluarkan asap solfatara berwarna putih yang mencapai ketinggian 450 meter di atas puncak kawah.

Baca Juga: Di Lereng Gunung Merapi GKR Bendara Janjikan Vaksin Untuk Anak-anak

Lebih jauh Hanik menjelaskan, secara umum selama sepekan dari hari Jumat (19/11) hingga Kamis (25/11) Gunung Merapi mengeluarkan asap berwarna putih dengan ketebalan tipis hingga sedang dan tekanan lemah.

“Untuk asap yang keluar hingga ketinggian 450 meter di atas puncak itu teramati dari Pis Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Kabupaten Magelang, Jumat seminggu lalu pukul 05.10 WIB,” ujar Hanik menjelaskan.

Selama sepekan tersebut, lanjut dia, tercatat terjadi satu kali awan panas guguran pada Sabtu (20/11) ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter dari puncak dan guguran lava teramati sebanyak 110 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 m.

Dari kondisi itu, lanjut dia, tidak teramati adanya perubahan morfologi yang signifikan baik kubah barat daya maupun kubah tengah. ''Volume kubah lava barat daya sebesar 1.610.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.927.000 meter kubik,'' katanya.

Baca Juga: BPPTKG Minta Warga Tetap Waspada, Jangan Lupakan Kejadian Erupsi Merapi 2010!

Namun dari kegempaan Gunung Merapi, instrument yang terpasang pencatat adanya 1 kali gempa. Awan panas Guguran (AP), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 70 kali gempa Fase Banyak (MP), 938 kali gempa Guguran (RF), 89 kali gempa Hembusan (DG), dan 1 kali gempa Tektonik (TT).

Halaman:

Editor: Salman Al Farisi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X